Pekalongan (lingkarjateng.id) – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, memberikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Anggota DPR RI Muhammad Hanif Dhakiri atas terselenggaranya kegiatan edukasi perencanaan keuangan bagi mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan itu dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda. Hal itu diungkapkan saat kegiatan Campus Finance Talk di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan baru-baru ini.
“Kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat seperti Campus Finance Talk dapat membantu pemerintah daerah dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal,” kata Sukirman.
Ia menjelaskan, Pemkab Pekalongan saat ini tengah berkonsentrasi pada pembenahan infrastruktur, seperti ruas jalan, irigasi, jembatan, dan sarana lainnya. Sinergi melalui program pemberdayaan masyarakat dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah.
“Dengan berupaya memberikan perimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan pemberdayaan masyarakatnya, program-program semacam ini menjadi penyeimbang,” jelasnya.
Sukirman berharap kerja sama tersebut terus berkembang, termasuk dalam mendukung program-program pemerintah pusat, “Pemkab Pekalongan berkomitmen menyukseskan program pemerintah pusat, yang menjadi bagian perjuangan para legislator kita,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI, Muhammad Hanif Dhakiri, menekankan pentingnya generasi muda memahami bahwa aset terbesar dalam hal keuangan bukanlah seberapa banyak uang atau harta yang dimiliki, namun kemampuan mengelola uang tersebut.
Hanif menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi yang membawa tantangan tersendiri bagi gaya hidup anak muda saat ini, salah satunya tren penggunaan pinjaman online dan fitur paylater.
“Data menunjukkan penggunaan paylater terus meningkat dan didominasi oleh anak muda. Ini yang harus kita waspadai. Pinjaman daring memiliki bunga yang berputar harian, berbeda dengan perbankan. Jika tidak bijak mensiasatinya, kita bisa tergulung oleh bunga,” tegas Hanif.
Ia pun mengingatkan mahasiswa agar terus meningkatkan literasi keuangan dan tidak mudah tergiur oleh tawaran finansial. “Di zaman sekarang, kalau ada tawaran yang sifatnya ‘enak banget’, justru wajib dicurigai. Bahasa anak mudanya too good to be true,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Dr. H. Muhammad Hasan Bisri, M.Ag., menyambut positif pelaksanaan Campus Finance Talk ini. Menurutnya, edukasi keuangan sangat krusial untuk mengontrol pola konsumsi dan gaya hidup mahasiswa di era modern.
“Kadang-kadang gaya hidup mengalahkan segalanya yang penting tampilan keren dan nongkrong di kafe, padahal uangnya tidak tahu dari mana. Karena itu, edukasi ini penting untuk menyiapkan mahasiswa menjadi insan yang bijak mengelola keuangan,” ungkap Hasan Bisri. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Adi Arfian






























