GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Banjir di Kabupaten Grobogan meluas, kini tercatat 445 kepala keluarga (KK) terdampak per Senin, 13 April 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahju Trj Darmawanto, dalam keterangannya menjelaskan pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir.
Banjir di Grobogan kembali terjadi setelah Sungai Lusi meluap akibat hujan deras berintensitas tinggi pada Minggu, 12 April 2026 sekitar pukul 14.30 WIB hingga 17.00 WIB.
Luapan air sungai disertai tingginya curah hujan memicu genangan hingga banjir bandang di beberapa titik.
Sungai Lusi yang meluap menbanjiri sejumlah wilayah. Data terkini, sebanyak 445 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di 8 desa pada 5 kecamatan di Kabupaten Grobogan.
Wilayah terdampak banjir terparah yakni di lingkungan RW 01 Jajar dengan 331 rumah warga terendam air setinggi 30–40 cm.
Selain itu, banjir juga menggenangi RW 22 Banaran sebanyak 75 rumah dan RW 02 Kemasan sebanyak 65 rumah dengan ketinggian serupa.
Sementara di Desa Karanganyar, genangan air relatif lebih rendah, yakni sekitar 5–10 cm dan kondisi air saat ini terpantau stabil.
Di sisi lain, di Kecamatan Tawangharjo tepatnya Desa Jono, banjir sempat menggenangi akses jalan masuk desa dengan ketinggian 10–30 cm. Namun, kondisi saat ini dilaporkan mulai berangsur surut.
Sedangkan di Kecamatan Toroh, banjir bandang sempat menerjang Dusun Kayen dan Dusun Kaluwan di Desa Boloh.
Air berasal dari kawasan hutan dan sempat menggenangi permukiman serta jalan desa sebelum akhirnya surut.
Banjir bandang juga terjadi di sejumlah kecamatan. Kecamatan Geyer dan Wirosari juga terdampak banjir bandang. Di Desa Monggot, Dusun Gaji, air sempat masuk ke permukiman warga. Sementara di Desa Mojorebo, Dusun Getas, genangan mencapai ketinggian 10–30 cm.
Meski demikian, kondisi di sebagian wilayah tersebut kini telah berangsur normal setelah air surut.
BPBD mengimbau agar masayarakat Kabupaten Grobogan meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga di sekitar bantaran sungai, mengingat curah hujan masih tinggi.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network





























