Hukum Puasa Ramadhan dengan Niat di Siang Hari, Sah atau Tidak?

ILUSTRASI: Masjid. (Sumber Gambar: Freepik @kjpargeter)

ILUSTRASI: Masjid. (Sumber Gambar: Freepik @kjpargeter)

Lingkarjateng.idSaat berpuasa Ramadhan, terkadang lupa untuk membaca niat berpuasa pada malam hari sebelum puasa atau saat sahur. Lalu, bagaimana hukum berpuasa Ramadhan (puasa wajib) ketika mengucapkan niat pada siang hari? Apakah puasanya sah atau tidak?

Berikut Lingkarjateng.id rangkum untuk Anda penjelasan mengenai sah tidaknya niat puasa Ramadhan saat siang hari.

Niat menempati posisi pertama dalam Islam. Hal ini dapat dilihat saat melakukan ibadah wajib seperti sholat yang pertama kali mengharuskan niat terlebih dahulu. Bahkan, dalam hal apapun saat melakukan aktivitas, niat menjadi dasar fondasi. Tak jarang banyak yang menganggap, segala sesuatu tergantung dari niatnya. Simpel, bukan?

Syaikh Salim Samir Al-Hadhromi Asy-Syafi’I dalam Kitab Safinatun Najah menyebutkan rukun puasa terdiri dari niat pada malam hari setiap hari untuk puasa Ramadhan, meninggalkan pembatal-pembatal saat ingat dan keinginan sendiri tanpa jahil, uzur dan orang yang berpuasa.

Apakah Sah Jika Tidak Sholat saat Berpuasa Ramadhan?

Bagaimana Hukum Berpuasa Ramadhan Tapi Tidak Sholat?

Lalu bagaimana jika lupa niat puasa Ramadhan di malam hari atau saat sahur? Dalam hadis riwayat Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya,” (HR. Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi).

Sumber Gambar: Freepik @rawpixel.com

Hal senada oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, “bagi kami itu adalah puasa wajib, maka wajib berniat untuk tiap hari pada malamnya seperti puasa qadha. Dan karena hari-hari ini merupakan ibadah yang tidak saling merusak satu dengan lainnya dan diselingi hal-hal yang menghalanginya.”

Dikutip NU Online, keabsahan puasa Ramadhan tergantung niat di malam harinya. Hal ini menurut madzhab Syafi’i. Demikian diterangkan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’, “disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadis,” (Syekh Sulaiman Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’., Darul Fikr, Beirut, 2007 M/1428 H, Juz II).

Selain itu, dalam Kitab Bulughul Maram, Ibnu Hajar membawa hadis, “dari Khafshoh Ummul Mukminin bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.”

Bagaimana Hukum Puasa Ramadhan Jika Seharian Hanya Tidur?

Hukum Tidur Sepanjang Hari saat Puasa Ramadhan

Hadist tersebut dikeluarkan beberapa rawi yakni, Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah. Dari An-Nasai dan Tirmidzi, hadis tersebut mauquf, hanya sampai sahabat (perkataan sahabat). Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibbah menshahihkan hadistnya jika marfu’ yaitu sampai pada Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat Ad Daruquthni disebutkan, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat ketika malam hari.”

Dilansir dari NU Online, menurut Madzhab Syafi’i, puasa wajib dengan niat di siang hari tidak sah. Sementara menurut Madzhab Hanafi, baik puasa wajib maupun puasa sunnah dengan niat di siang hari tetap sah, hanya saja puasanya kurang sempurna, karena puasa wajib dan puasa sunnah akan menjadi sempurna kalau diniatkan di malam hari.

Sebagai wujud ihtiyath (kehati-hatian), orang yang lupa memasang niat puasa di malam hari sebaiknya memasang niat seketika ia ingat di siang hari dan tetap meneruskan puasanya. InsyaAllah, hukum puasanya sah. Semoga informasi ini dapat membantu Anda. (Lingkar Network | Jazilatul Khofshoh – Lingkarjateng.id)

Sumber Referensi:

NU Online. (2016). Hukum Puasa Ramadhan dengan Niat di Siang Hari. Diakses pada 19 April 2022, dari https://islam.nu.or.id/bahtsul-masail/hukum-puasa-ramadhan-dengan-niat-di-siang-hari-ugpwk