Efektif Atasi Stunting, Ini 5 Manfaat Daun Kelor

ILUSTRASI: Daun kelor dan tumbukan daun kelor yang bermanfaat untuk mengatasi stunting. (Freepik @rostovtsevayu/Lingkarjateng.id)

ILUSTRASI: Daun kelor dan tumbukan daun kelor yang bermanfaat untuk mengatasi stunting. (Freepik @rostovtsevayu/Lingkarjateng.id)

Lingkarjateng.id – Tanaman kelor banyak dijumpai masyarakat Indonesia sebagai tanaman pagar. Faktanya, tanaman tropis ini memiliki segudang manfaat untuk kesehatan bahkan disebut sebagai miracle tree oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Daun kelor atau moringa oleifera sudah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional sejak zaman dahulu. Lebih dari 1.300 studi, artikel dan laporan menjelaskan berbagai khasiat kelor dalam penyembuhan penyakit salah satunya masalah kekurangan gizi.  Penelitian menunjukkan, hampir setiap bagian dari tanaman kelor memiliki khasiat penting. Salah satunya pada bagian daun.

Menurut penelitian tanaman kelor oleh Keloris Indonesia asal Kabupaten Blora, Ai Dudi Krisnadi, daun kelor bermanfaat untuk mengatasi kondisi stunting pada bayi.  Disebutkan, bayi-bayi di Blora yang benar-benar mengonsumsi daun kelor selama tiga bulan bisa terbebas dari stunting.

Tanaman kelor kaya akan berbagai gizi. Mulai dari protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, kalsium, kalium, asam amino, vitamin A, C, B1, B2 dan B3. Kemudian vitamin E, zinc, antioksidan dan mangan.

Melihat banyaknya kandungan bermanfaat pada tanaman kelor, khasiatnya dalam kesehatan pun beragam. Berikut ulasannya:

1.Mengatasi Stunting

Ai Dudi Krisnadi, menyebutkan bahwa daun kelor itu sama dengan kelompok sayuran yang kaya vitamin, mineral, serat dan fitokimia. Bahkan, kandungan vitamin dan mineral pada daun kelor itu lebih tinggi jika dibandingkan sayuran lain.

Vitamin A pada daun kelor itu empat kali lebih tinggi daripada wortel dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk.  Oleh sebab itu, sayur daun kelor dapat direkomendasikan untuk mengatasi mal nutrisi pada bayi dan anak.

Cara mengolah daun kelor sebagai sayur pun mudah. Yakni dengan memasak daun kelor pada air yang mendidih, boleh ditambah dengan sayur lain seperti gambas, lalu diaduk sampai daun layu.

2.Menghambat Sel Kanker

Tak hanya daun, kulit batang tanaman kelor ddikatakan dapat membantu menghambat tumbuhnya sel-sel kanker pada tubuh. Di antaranya kanker usus besar, kanker payudara dan pankreas. Hal ini karena kandungan antioksidan yang tinggi pada tanaman kelor, termasuk quercetin da nasal klorogenik. Kandungan antioksidan tanaman kelor dinilai efektif mencegah terjadinya kerusakan sel dan melawan radikan bebas dalam tubuh.

3.Mengurangi Inflamasi atau Peradangan

Daun kelor memiliki sifat antiinflamasi karena terdapat kandungan isotiosianat yang merupakan zat antiperadangan. Daun kelor mengandung isotiosianat yang dapat mengurangai peradangan dengan menekan enzim peradangan dan protein dalam tubuh. Selain itu, konsentrat daun kelor dapat secara signifikan menurunkan peradangan dalam sel.

4.Mengontrol Tekanan Darah

Kandungan kalium dan antioksidan pada daun kelor bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah sekaligus menjaga tekanan darah tetap stabil. Kandungan Quercetin pada daun kelor merupakan antioksidan kuat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu kandungan asam klorogenik juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan. Dengan kata lain, risiko darah tinggi maupun darah rendah bisa dicegah dengan mengonsumsi tanaman ini.

5.Mendukung Kesehatan Otak

Dalam penelitian disebutkan bahwa kandungan vitamin E dan C yang tinggi pada daun kelor bermanfaat untuk melawan oksidasi yang mengarah pada degenerasi neuron serta meningkatkan fungsi otak. Kandungan vitamin tersebut juga disebut dapat menormalkan neurotransmitter serotonin, dopamine dan noradrenalin di otak yang memerankan peran kunci dalam memori, suasana hati, fungsi organ, respons terhadap stimulus seperti stres dan kesenangan serta kesehatan mental seperti depresi dan psikosis. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)