SEMARANG, Lingkarjateng.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengklaim anggaran pendidikan tahun 2026 akan mengalami peningkatan signifikan.
Anggaran tersebut rencananya dialokasikan untuk program revitalisasi sekolah serta penguatan digitalisasi satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Mu’ti menjelaskan, jika pada tahun 2025 program revitalisasi menyasar 16.161 satuan pendidikan, maka pada 2026 jumlahnya akan ditambah sebanyak 60.000 sekolah. Dengan demikian, total satuan pendidikan yang akan direvitalisasi mencapai sekitar 71 ribu sekolah.
“Kami sampaikan bahwa anggaran pendidikan pada tahun 2026 insyaallah akan mengalami peningkatan yang signifikan,” ujarnya dalam rapat koordinasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 3 Maret 2026 sore.
Selain revitalisasi fisik, sektor digitalisasi pendidikan juga akan diperkuat. Pada 2025, setiap sekolah telah mendapatkan satu unit Interactive Flat Panel (IFP) atau smart TV. Pada 2026, pemerintah berencana menambah dua hingga tiga unit IFP per sekolah guna menunjang proses pembelajaran berbasis teknologi.
Untuk merealisasikan program prioritas tersebut, Kemendikdasmen telah mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Jika disetujui, total anggaran pendidikan disebut bisa mencapai Rp100 triliun.
“Nilainya jika disetujui bisa menjadi Rp100 triliun, jadi jauh sekali peningkatannya,” ungkapnya.
Di sisi lain, Abdul Mu’ti juga memaparkan perkembangan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Hingga saat ini, jumlah siswa penerima manfaat tercatat mencapai 49.614.433 siswa dari total 53.394.808 siswa atau sekitar 93 persen secara nasional.
Sementara itu, siswa yang belum menerima manfaat program tersebut tercatat sebanyak 3.780.445 siswa. Untuk cakupan satuan pendidikan, sebanyak 288.845 sekolah dari total 434.812 sekolah telah menerima manfaat MBG, atau setara 66,5 persen dari total sekolah di Indonesia.
Selain meningkatkan asupan gizi, program MBG juga dinilai berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dengan laboratorium sosial Universitas Indonesia, program tersebut membantu siswa khususnya dari kelompok sosial ekonomi rendah, dalam memperoleh akses pangan bergizi yang lebih baik.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa






























