SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mendesak percepatan rehabilitasi sekolah rusak agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Menurutnya, persoalan infrastruktur pendidikan bukan sekadar menyangkut kondisi fisik bangunan, melainkan juga keselamatan siswa dan kelancaran kegiatan belajar.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Kalau bangunan rusak, proses belajar pasti terganggu,” katanya, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pemprov Jateng diketahui telah mengalokasikan Rp24,5 miliar untuk merehabilitasi 21 sekolah rusak, terutama jenjang SMA, SMK, dan SLB. Bantuan khusus juga diberikan untuk sekolah dasar yang mengalami kerusakan parah.
“Anggaran sudah ada, sekarang yang dibutuhkan adalah percepatan pelaksanaan di lapangan. Jangan sampai perbaikan molor dan siswa terus belajar dalam kondisi tidak nyaman,” tegas politikus Partai Gerindra tersebut.
Ia menilai, penanganan sekolah rusak juga membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan. Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah pusat.
“Kita harus pastikan hasil perbaikannya berkualitas. Jangan sampai baru diperbaiki sudah rusak lagi dalam waktu singkat,” ujarnya. (Adv)

Editor: Sekar































