DEMAK, Lingkarjateng.id – Kabupaten Demak menargetkan perolehan 25 medali emas dan menembus peringkat 10 besar dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026. Untuk mencapai sasaran tersebut, sebanyak 246 atlet disiapkan untuk berlaga pada 30 cabang olahraga (cabor).
Kontingen Demak resmi dilepas oleh Bupati Demak, Eisti’anah, di Pendopo Kabupaten Demak, Selasa, 13 Oktober 2026.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Demak, Suryo Hadi Wibowo, mengatakan kontingen Demak berhasil lolos pada 30 dari total 35 cabang olahraga yang dipertandingkan. Selain 246 atlet, kontingen juga diperkuat sekitar 60 orang yang terdiri atas pelatih dan ofisial.
“Alhamdulillah, ada 30 cabor yang lolos dari total 35 cabor yang dilombakan. Total ada 246 atlet yang dikirim dan kurang lebih 60 ofisial serta pelatih,” ungkap Suryo.
Ia menjelaskan, para atlet Demak akan bertanding di sejumlah wilayah penyelenggara Porprov XVII Jawa Tengah. Sebanyak dua cabang olahraga digelar di Kabupaten Demak, dua cabor di Kabupaten Kendal, tujuh cabor di Kota Salatiga, 13 cabor di Kota Semarang, dan enam cabor di Kabupaten Semarang.
Dalam upaya memenuhi target medali, KONI Demak mengandalkan cabang olahraga dayung dan gulat sebagai penyumbang prestasi. Kedua cabang tersebut mendapat program latihan intensif selama kurang lebih satu bulan untuk mematangkan kesiapan atlet sebelum bertanding.
Suryo berharap peningkatan target perolehan medali dapat memperbaiki posisi daerah dibandingkan dengan Porprov sebelumnya. Pada ajang terdahulu, Demak mengoleksi 14 medali emas dan menempati peringkat ke-15.
“Kalau dulu meraih 14 emas dan berada di peringkat 15, sekarang dengan target 25 emas ini, insyaallah kalau terpenuhi, peringkat kita bisa masuk 10 besar,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan prestasi olahraga dilakukan melalui pembinaan atlet bersama KONI dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora).
Ia mengatakan Pemkab Demak juga menyiapkan penghargaan berupa uang pembinaan bagi atlet yang berhasil meraih medali. Besaran penghargaan ditetapkan Rp50 juta untuk peraih emas, Rp25 juta untuk peraih perak, dan Rp10 juta bagi peraih perunggu.
“Itu diajukan oleh KONI dan kami menyediakan dari anggaran pemerintah daerah,” katanya.
Menurut Eisti’anah, penghargaan tersebut diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi atlet untuk memberikan hasil terbaik sekaligus mendorong perkembangan olahraga di Kabupaten Demak.
Selain mengejar prestasi pada Porprov, Pemkab Demak juga menaruh perhatian pada keberlanjutan pembinaan dan regenerasi atlet. Salah satu upaya yang didorong adalah melalui Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan atlet sejak usia dini.
“Harapannya, ini dapat memotivasi para atlet untuk mengikuti jejak seniornya agar terjadi regenerasi. Dengan adanya Popda, diharapkan mampu meningkatkan prestasi dan kualitas para atlet,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Ahmad Abror
Editor: Muslichul Basid































