Kab.Semarang (lingkarjateng.id) – Sebanyak 300 lebih pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti ajang Kejuaraan Terbuka Karate Pelajar Kabupaten Semarang I di Gedung Serbaguna Pandanaran Wujil, di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu (4/10).
Pelajar yang merupakan para atlet (karateka) usia dini dari berbagai sekolah di Jateng itu, datang dari berbagai dojo, sekolah, dan klub tersebut diantaranya dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal.
Lalu dari Kabupaten Sragen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kudus, Kabupaten Banjarnegara, dan wilayah lainnya di Jateng.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan beberapa nomor pertandingan, mulai dari kata atau seni gerak, maupun kumite atau pertarungan yang terbagi dalam sejumlah kelas pertandingan.
Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Terbuka Karate Pelajar Kabupaten Semarang I (Ojo Dumeh Cup 2026), Febryan Gede Saputra mengatakan bahwa, Kejuaraan Terbuka Karate Ojo Dumeh Championship bagi para pelajar ini mendapatkan animo yang cukup besar.
“Ini dapat dibuktikan dari jumlah keikutsertaan peserta yang ambil bagian dalam kejuaraan terbuka pelajar ini, dimana mereka tidak hanya berasal dari perguruan karate yang ada di Kabupaten Semarang saja, tapi juga datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah,” katanya.
Febryan juga mengungkapkan, ajang kejuaraan karate ini juga ditujukan untuk mencari bibit- bibit baru karate, khususnya dari para atlet pelajar dari berbagai wilayah di Jateng.
“Kejuaraan terbuka ini juga ditujukan sebagai ajang evaluasi dari pembinaan olahraga karate di Kabupaten Semarang dan Jawa Tengah yang sudah dilakukan selama ini,” terangnya.
“Kedepan diharapkan para atlet pelajar di cabang olahraga (cabor) karate ini akan mampu menjadi penerus para atlet karate di Jawa Tengah yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara di berbagai ajang kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, M Taufiqurrahman mengapresiasi digelarnya kejuaraan antar pelajar se-Jateng itu.
Menurut Taufiq, kejuaraan terbuka karate seperti ini sangat positif untuk pembinaan bagi para atlet olahraga karate di Kabupaten Semarang maupun di Provinsi Jawa Tengah. Sehingga, anak-anak yang merupakan para karateka ini memiliki wadah untuk berkompetisi berkelanjutan.
“Karena kita tahu, di negara ini ada berbagai penyelenggaraan pesta olahraga, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (popda), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tidak mungkin bisa diikuti anak-anak atlet karate ini nantinya,” katanya.
Menurutnya, olahraga karate juga menjadi bagian dari kegiatan positif dalam upaya menanamkan pendidikan karakter, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada anak-anak pelajar tersebut. (Lingkar Network/Hesty)***
Editor : Adi Arfian































