Pekalongan (lingkarjateng.id) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, meminta kewaspadaan terhadap potensi kebakaran terus ditingkatkan, terutama di lahan-lahan kering yang berada di sekitar permukiman penduduk.
Hal itu disampaikan Sukirman saat ditemui usai menghadiri Peringatan HUT ke-67 PEPABRI DPC Kabupaten Pekalongan di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, Rabu (23/9/2026).
Sukirman menyebut, dalam beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah kebakaran di wilayah Kabupaten Pekalongan. Di antaranya kebakaran di kecamatan Kandangserang, Kedungwuni, dan Sragi.
“Kita mengalami beberapa kali kebakaran, seperti di Kandangserang, kemudian kemarin di Kedungwuni, lalu di Sragi, dan seterusnya,” kata Sukirman.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan. Ia menyebut unsur TNI dan Polri juga telah membantu pemerintah dalam melakukan mitigasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran.
“Ini tentu menjadi satu hal yang harus kita antisipasi terus ke depan. Sebenarnya TNI dan Polri sudah membantu kita untuk melakukan mitigasi agar masyarakat berhati-hati dan seterusnya,” ujarnya.
Sukirman mengatakan, faktor kelalaian juga perlu menjadi perhatian. Meski demikian, penyebab kebakaran yang berkaitan dengan kelalaian terkadang sulit ditelusuri secara pasti.
“Namun, kelalaian-kelalaian harus diakui, meskipun ini sangat sulit untuk kemudian ditelusuri. Tetapi, ini sekali lagi merupakan wujud kelalaian dari kita semua,” katanya.
Ia mencontohkan aktivitas membakar sampah maupun membuang puntung rokok di lahan kering yang dapat memicu munculnya api dan kemudian menyebabkan kebakaran.
“Karena dari ketidaksengajaan membakar sampah, membuang puntung rokok di lahan yang kemudian kering, dan seterusnya, ini menyebabkan kemudian kebakaran itu,” lanjut Sukirman.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap lahan-lahan yang kondisinya kering.
“Nah, ke depan tentu saja terus kita kawal, khususnya lahan-lahan yang kering, agar kemudian tidak terjadi kebakaran, apalagi kemudian berada di permukiman penduduk,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Adi Arfian
































