Pati (lingkarjateng.id) – Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Kabupaten Pati tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini digunakan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap para lanjut usia (lansia).
Mulai dari anggapan sebagai kelompok yang bergantung, lansia didorong menjadi sosok yang tetap produktif, mandiri, dan berdaya. Mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya”, peringatan HLUN berlangsung selama dua hari, 5–6 Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa lansia memiliki peran penting dalam pembangunan karena menyimpan pengalaman, kearifan, dan dedikasi yang tidak ternilai.
“Lansia bukan sebagai beban, melainkan aset bangsa yang memiliki pengalaman, kearifan, dan dedikasi yang luar biasa. Usia boleh bertambah, tetapi semangat, kemandirian, dan produktivitas mereka harus tetap dijaga,” ujar Chandra di Pendapa Kabupaten Pati, Sabtu (6/6).
Menurut Chandra, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya memperpanjang usia harapan hidup, tetapi juga memastikan para lansia dapat menikmati masa tua dengan sehat, aktif, dan bahagia.
Chandra mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia. Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam memberikan perhatian dan penghormatan kepada orang tua yang telah memasuki usia lanjut.
“Merekalah yang telah membimbing dan merawat kita sejak kecil. Sudah sepatutnya di masa tua mereka, kita memberikan kenyamanan dan kebahagiaan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan lansia, Pemkab Pati berencana meningkatkan akses layanan kesehatan yakni dengan membuka layanan puskesmas pada sore hari agar masyarakat, khususnya lansia, mudah mendapat pelayanan kesehatan.
“Seluruh puskesmas dan klinik yang bekerja sama dengan BPJS untuk memberikan layanan skrining kesehatan gratis bagi lansia,” imbuhnya.
Peringatan HLUN tahun ini diisi berbagai kegiatan, mulai dari kerja bakti di rumah lansia, senam sehat, pemeriksaan kesehatan, layanan psikososial, donor darah, hingga terapi rehabilitasi.
Tak hanya itu, kegiatan sosial lain seperti khitan massal, operasi katarak, dan program bebas pasung juga menjadi bagian dari rangkaian acara.
Sementara itu, Kepala Sentra Margo Laras, Bambang Tri Hartono, mengatakan kegiatan tersebut juga dibarengi penyaluran bantuan asistensi rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan.
“Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,38 miliar, meliputi klaster lansia, disabilitas, anak, orang dengan HIV, siswa Sekolah Rakyat, hingga korban banjir,” jelasnya.***
Jurnalis : Fahtur Rohman
Editor : Fian






























