Kendal (lingkarjateng.id) – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Kendal dan sekitarnya mengakibatkan banyak kerusakan. Tak hanya pohon tumbang, tiang listrik roboh dan lainnya.
Seperti yang terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026 petang kemarin. Guyuran hujan yang begitu deras mengakibatkan akses jalan jalan provinsi Weleri-Sukorejo Kendal sempat lumpuh karena tertutup banjir bercampur lumpur dan kerikil.
Menyikapi hal tersebut, warga ramai-ramai mengeluhkan kondisi derasnya aliran air yang bercampur lumpur dan kerikil tersebut. Warga menyebut kondisi jalan dipenuhi aliran lumpur berwarna cokelat yang bercampur dengan kerikil.
Air yang bercampur lumpur tersebut diduga berasal dari aktivitas galian C di wilayah Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung yang terbawa air hujan hingga meluber ke jalan.
Warga menilai kondisi berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan terutama saat hujan lantaran air meluap sangat deras disertai lumpur yang membuat jalan menjadi licin.
“Semalam lewat masih diberikan keselamatan, tapi kondisi jalannya sangat mengkhawatirkan,” kata Harvian (29) salah seorang pengendara motor juga warga setempat, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan penanganan, termasuk mengevaluasi aktivitas tambang galian C yang diduga menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan.
Senada, pengendara sepeda motor Ria mengaku terpaksa putar balik dan tidak meneruskan perjalanannya lantaran air lumpur yang mengalir cukup deras di badan jalan.
“Ya tadinya mau ke Sukorejo, sampai Pagergunung tidak berani lewat karena air lumpurnya deras sekali dari atas,” katanya.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania mengatakan, dirinya akan segera berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan galian C di wilayah Kabupaten Kendal termasuk di daerah atas.
“Galian C itu di Kendal merajalela. Saya sidak dan saya clear-kan satu-satu. Kemarin yang di Ngabean sudah selesai dan agendanya kita akan melakukan pengecekan di tambang galian C lainnya. Karena kalau serentak diselesaikan semua kan tidak mungkin,” ujar Sisca.
Ia berharap, dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem ini tidak ada lagi bencana-bencana terutama banjir susulan yang melanda wilayah Kabupaten Kendal.
“Kita tidak bisa menahan luapan air, apalagi di Kendal juga banyak gorong-gorong yang mampet. Saya berpesan agar masyarakat selalu waspada terutama saat datang hujan deras,” pesannya.***
Jurnalis : Anik Kustiani
Editor : Fian
































