KENDAL, Lingkarjateng.id – Harapan akan solusi damai muncul dari warga Dusun Dayunan, Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, yang bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian akibat sengketa lahan dengan PT Sukarli.
Konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun itu kembali mencuat dalam pertemuan Sosialisasi Kewaspadaan Dini untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah yang digelar di Balai Desa Pesaren pada Selasa, 23 September 2025 sore.
Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyuarakan keresahan atas konflik lahan dengan PT Sukarli yang tak kunjung selesai.
Trisminah, Ketua Kelompok Tani Kawulo Alit Dusun Dayunan, mewakili suara petani, berharap ada jalan tengah yang bisa diterima semua pihak.
“Kalau memang bisa duduk bareng dengan PT Sukarli, kami tidak keberatan. Yang penting, hak kami sebagai petani untuk tetap menggarap lahan itu tidak terganggu,” ujar Trisminah.
Menurutnya, lahan yang disengketakan menjadi satu-satunya sumber penghidupan warga Dayunan. Oleh karena itu, warga tetap bertekad mempertahankan hak atas lahan tersebut.
“Kami akan tetap mempertahankan lahan itu. Bukan hanya yang tujuh bidang disengketakan, tapi juga lahan-lahan lain yang sudah lama kami kelola. Itu sumber kehidupan kami,” tegasnya.
Menanggapi keluhan warga, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama Forkopimda hadir untuk mendengarkan langsung permasalahan dan membantu mencarikan solusi terbaik.
“Kami ingin situasi tetap aman, tenteram, dan kondusif. Kondusivitas sangat penting untuk kemajuan daerah. Kami hadir secara langsung karena ingin terlibat aktif dalam penyelesaian masalah ini,” ujar Bupati Tika.
Ia menjelaskan bahwa Pemkab bersama Forkopimda akan mencoba mempertemukan kedua belah pihak, meskipun secara hukum perkara ini telah sampai pada tahap peninjauan kembali (PK). Pemerintah daerah berharap pendekatan non-litigasi bisa menjadi jalan alternatif.
“Kalau mengikuti proses hukum, seharusnya langsung dieksekusi. Tapi kita ingin ada solusi yang tidak merugikan siapa pun. Maka kami akan fasilitasi pertemuan antara warga dan PT Sukarli melalui tim kecil,” jelasnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, menyebut pertemuan ini adalah langkah awal menuju proses mediasi yang lebih intensif.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi warga hingga tercapai kesepakatan.
“Fasilitasi tahap pertama ini berjalan baik. Dan kami akan lanjutkan sampai ada titik temu. Pemda dan Forkopimda akan terus hadir untuk warga Dayunan,” katanya.
Konflik lahan di Dusun Dayunan telah berlangsung selama puluhan tahun dan beberapa kali memicu aksi unjuk rasa warga.
Dengan adanya keterlibatan langsung pemerintah, warga berharap babak baru penyelesaian konflik ini benar-benar terwujud.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Ulfa






























