PATI, Lingkarjateng.id – Banjir yang terjadi sejak awal tahun 2026 hingga saat ini masih melanda 12 kecamatan di Kabupaten Pati dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, sebanyak 62.179 jiwa terdampak dengan total 16.933 rumah terendam banjir.
Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan banjir kali ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan Sungai Silugonggo dan sejumlah sungai lainnya meluap hingga menggenangi permukiman warga.
Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan banjir kali ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan Sungai Silugonggo dan sejumlah sungai lainnya meluap hingga menggenangi permukiman warga.
“Bencana hidrometeorologi mulai Jumat 9 Januari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB hujan sangat deras. Kejadian hujan ini berlanjut sampai saat ini, meskipun intensitasnya turun tetapi di daerah hulu masih hujan deras sehingga dampaknya masih terasa,” ungkapnya.
Berikut data lengkap dampak banjir di Kabupaten Pati yang dilansir dari BPBD Pati:
- Dukuhseti ; 15323 jiwa, 565 hektar sawah, 5102 rumah, 303 hektar tambak (Desa Alasdowo, Tegalombo, Kembang, Dukuhseti)
- Juwana ; 11895 jiwa, 449 hektar sawah, 2922 rumah (Desa Tluwah, Jepuro, Kedungpancing, Bumirejo, Doropayung)
- Pati Kota ; 10.275 jiwa, 472 hektar sawah, 1707 rumah (Sugihrejo, Mustokoharjo, Dengkek, Geritan, Sinoman, Widorokandang, Purworejo)
- Jakenan ; 8167 jiwa, 1273 hektar sawah, 2022 rumah (Tondomulyo, Karangrowo, Sidoarum, Ngastorejo, Bungasrejo)
- Gabus : 4.693 jiwa, 731 hektar sawah, 1335 rumah (Tanjang, Babalan, Banjarsari, Gempolsari, Mintobasuki)
- Wedarijaksa ; 4095 jiwa, 685 rumah (Ngurenrejo, Pagerharjo, Ngurensiti)
- Sukolilo ; 3501 jiwa, 2860 hektar sawah, 975 rumah (Kasiyan, Poncomulyo)
- Tayu : 2.393 jiwa, 64 hektare sawah, 1.067 rumah (Margomulyo, Sambiroto)
- Margorejo ; 1127 jiwa, 229 hektar sawah, 535 rumah (Jimbaran, Bumirejo, Jambean)
- Margoyoso ; 276 jiwa, 137 hektar sawah, 474 rumah (Bulumanis Kidul)
- Kayen ; 525 hektar sawah, 155 jiwa (Talun, Pasuruhan)
- Batangan 115 rumah (Raci, Ketitang, Ngening)
Meskipun di dua kecamatan yakni Winong dan Tambakromo sudah surut dari luapan Sungai Godo, Martinus meminta kepada warga khususnya yang tinggal disepanjang bantaran Sungai Silugonggo untuk terus waspada akan kemungkinan kenaikan air mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Sekar S































