SEMARANG, Lingkarjateng.id – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang pada Rabu siang hingga malam, 14 Januari 2026, memicu terjadinya longsor talud di wilayah Kecamatan Semarang Barat.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mendut Utara VIII, Kelurahan Manyaran. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor mengakibatkan kerusakan pada sebuah rumah warga serta kerugian materiil lainnya.
Talud dengan ketinggian sekitar tiga meter dilaporkan ambruk dan menimpa rumah milik seorang warga bernama David. Material longsoran menyebabkan bagian bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Selain rumah, dua unit mobil yang terparkir di area atas talud turut terdampak dan mengalami kerusakan akibat tertimpa longsoran. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban luka maupun jiwa.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Martanto, menjelaskan intensitas hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama menjadi faktor utama terjadinya longsor.
“Hujan deras yang berlangsung cukup lama sejak pukul 14.00 WIB menjadi pemicu terjadinya longsor,” ujarnya, Kamis, 15 Januari 2026.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Endro mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah penanganan darurat di lokasi.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah menutup area longsoran menggunakan terpal untuk mencegah terjadinya longsor susulan,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak untuk membantu meringankan beban pascakejadian.
“Rencana, kami dibantu warga sekitar melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsoran,” katanya.
Sementara itu, untuk pemulihan secara permanen, BPBD Kota Semarang tengah berkoordinasi dengan dinas terkait.
“Nanti untuk perbaikan talud longsor ada dari DPU dan Disperkim,” ujarmya.
BPBD Kota Semarang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah titik di Kota Semarang.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid































