PEKALONGAN, Lingkarjateng.id — DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengembangan wisata Pantai Wonokerto sebagai destinasi unggulan daerah. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan yang juga Dewan Pengawas Bumdes Mitramina, H. Sumar Rosul, S.IP., M.AP., saat momentum libur Tahun Baru 2026 di Pantai Wonokerto, Kecamatan Wonokerto, Kamis, 1 Januari 2026.
Pada libur tahun baru ini, Pantai Wonokerto dipadati ribuan wisatawan. Hingga pukul 11.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat sudah mencapai sekitar 5.000 orang, dan diperkirakan tembus 11.000 pengunjung hingga sore hari. Antusiasme wisatawan disebut meningkat karena cuaca cerah, akses yang mudah, serta biaya wisata yang masih terjangkau.
“Hari ini, 1 Januari 2026, alhamdulillah pas tahun baru ini, kegiatan wisata di Pantai Wonokerto dikunjungi oleh banyak pengunjung. Luar biasa antusiasnya,” ujarnya.
Menurut Sumar Rosul, Pantai Wonokerto merupakan wisata kerakyatan yang menawarkan panorama laut yang nyaman, tiket masuk terjangkau, serta kawasan kuliner dengan harga ramah pengunjung. Ia juga bersyukur karena pada pergantian tahun ini pantai tidak terdampak rob maupun banjir sehingga aktivitas wisata berjalan lancar. Wisatawan tampak menikmati liburan bersama keluarga, mulai dari bersantai, makan bersama, hingga berbagai aktivitas rekreasi lainnya.
DPRD Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, terus memberikan dukungan mulai dari aspek anggaran (budgeting), konsultasi, hingga pembinaan. Sejumlah infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan penerangan telah dibenahi, dan pembangunan akan terus dilanjutkan secara bertahap. Pengembangan kawasan juga dilakukan melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, Bumdes, serta masyarakat.
“Banyak anggaran yang sudah kita support untuk wisata Pantai Wonokerto ini, termasuk akses jalan. Walaupun masih ada yang kurang, tentu akan kita usulkan lagi nanti untuk tahun 2027,” jelasnya.
Sumar Rosul menyebut, dukungan pemerintah pusat juga hadir melalui penyediaan gazebo dari Kementerian Perikanan, sementara pemerintah provinsi dan daerah memberikan pembinaan rutin terhadap Bumdes dan sektor pariwisata. Skema kerja sama pentahelix dan gotong royong terus dijalankan agar pengembangan berjalan berkelanjutan.
Selain itu, pengelola wisata juga menyiapkan konsep pengembangan fasilitas sesuai kebutuhan zaman, termasuk spot swafoto, area bermain, serta peningkatan aspek pengamanan, terutama bagi anak-anak yang bermain air.
Ia menegaskan, Pantai Wonokerto menjadi satu-satunya objek wisata pantai yang saat ini masih aktif di Kabupaten Pekalongan, setelah Pantai Depok terdampak abrasi dan rob sehingga tidak lagi optimal dimanfaatkan. Hal ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam penataan kawasan pesisir.
Sebagai penutup, Sumar Rosul berharap pengembangan wisata terus berjalan sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.
“Kalau proyeksi ke depan, tentu semangatnya sesuai dengan perencanaan yang sudah disusun, yaitu untuk selalu mengembangkan sektor pariwisata ini. Karena ini satu-satunya wisata pantai di Kabupaten Pekalongan,” tutupnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S

































