SEMARANG, Lingkarjateng.id – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional.
Plt. Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan sidak dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Satpol PP, serta aparat kepolisian sejak Kamis, 4 Desember 2025 kemarin.
Pria yang akrab disapa Amoy itu menjelaskan fokus utama pemantauan adalah untuk mencegah penimbunan bahan pokok (bapok), memastikan kelancaran distribusi, serta menjaga harga tetap berada pada batas kewajaran.
“Kami pastikan tidak ada penimbunan sembako. Logistik berjalan lancar, dan pedagang tidak boleh menaikkan harga seenaknya menjelang Nataru,” katanya, Jumat, 5 Desember 2025.
Amoy mengungkapkan adanya temuan variasi harga daging yang masih dalam batas normal, yakni antara Rp40-45 ribu per ons.
Namun, ia cukup terkejut saat menemukan harga cabai setan yang dijual hingga Rp90 ribu per kilogram (kg), jauh di atas rerata harga di pasar yang sebesar Rp75-80 ribu.
“Itu tidak boleh. Saya sudah perintahkan kepala pasar untuk menegur. Kalau pedagang butuh stok, langsung hubungi kami. Tidak usah lewat oknum ataupun menaikkan harga seenaknya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas, khususnya cabai, dipengaruhi kondisi cuaca di daerah pemasok yang saat ini memasuki musim hujan.
“Ada pengaruh cuaca dan pasokan dari daerah penghasil. Tapi tetap kita kendalikan,” katanya.
Untuk menstabilkan harga, pihaknya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan melakukan sejumlah intervensi, mulai dari koordinasi dengan distributor, operasi pasar, hingga pemantauan rutin tiap minggu.
“Kami turun setiap minggu untuk evaluasi. Jangan sampai ada penimbunan, kelangkaan, atau harga yang tidak wajar,” katanya.
Selain pemantauan harga, pihaknya juga mulai menerima informasi soal adanya dugaan penggunaan bahan berbahaya seperti formalin pada komoditas tertentu di pasar, termasuk bakso dan ikan.
“Mulai pekan depan, tim akan melakukan pengecekan khusus. Kami akan cek secara menyeluruh. Ikan dan sembako tidak boleh dicampur formalin. Ini kami tindak tegas,” katanya.
Amoy memastikan seluruh stok kebutuhan pokok di Kota Semarang dalam kondisi aman. Menurutnya, komoditas seperti telur, bawang, dan sebagian besar jenis cabai masih stabil, hanya cabai setan yang mengalami kenaikan cukup tinggi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok aman, harga juga terkendali. Pemerintah hadir untuk memastikan stabilitas jelang Natal dan tahun baru,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid




























