KUDUS, Lingkarjateng.id – SD 3 Bulungcangkring menjadi juara baru di ajang sepak bola putri untuk kelompok usia (KU) 10 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2025 – 2026. Kemenangan ini berhasil diraih usai mengalahkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain dengan skor 2-1 pada pertandingan final yang berlangsung di Supersoccer Arena Kudus pada Minggu, 3 Agustus 2025 sore.
Laga sengit terjadi di final KU 10 antara SD 3 Bulungcangkring kontra SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Striker SD 3 Bulungcangkring, Lutfia Indriana Putri menciptakan gol dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang SD Muhammadiyah Birrul Walidain.
Meski kedua tim memperlihatkan agresivitas dalam menyerang setelah gol tersebut, keunggulan 1-0 untuk SD 3 Bulungcangkring bertahan hingga jeda babak pertama.
Dalam situasi tertinggal, SD Muhammadiyah Birrul Walidain berusaha meningkatkan upaya mencetak gol balasan di paruh kedua. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka justru kembali kebobolan dan tertinggal 0-2. Gol tersebut diciptakan kapten SD 3 Bulungcangkring, Putri Lestari dengan melepaskan tembakan jarak jauh.
Menolak menyerah, SD Muhammadiyah Birrul Walidain akhirnya bisa menciptakan gol balasan setelah mendapatkan hadiah penalti yang sanggup dimaksimalkan menjadi gol oleh Keisha Athira Imawan. Walau begitu, SD 3 Bulungcangkring sanggup mempertahankan keunggulan 2-1 hingga pertandingan berakhir.
Kapten Tim SD 3 Bulungcangkring KU 10, Putri Lestari mengatakan, ini merupakan kemenangan pertama usai sekolah tersebut mengikuti ajang turnamen sepak bola putri sebanyak empat kali.
“Saya tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini dan menjadi penentu kemenangan di pertandingan final. Saya juga sempat grogi karena lawan bermain bagus dan lebih diunggulkan menjadi juara. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini buat semua teman, guru, dan terutama kedua orangtua,” ucap Putri yang juga merupakan Top Scorer KU 10 dengan 54 gol.
Ia mengatakan, kunci kemenangan dalam turnamen ini yaitu kedisiplinan dalam berlatih. Apalagi, timnya sudah rutin latihan dan mempersiapkan jauh-jauh hari.
“Latihannya selama ini fokus pada fisik, pertahanan, dan ketangkasan,” ujarnya.
Pelatih SD 3 Bulungcangkring, Toni mengatakan bahwa sekolahnya sudah mempersiapkan untuk mengikuti ajang ini sejak lima bulan lalu. Latihan bahkan dilakukan tiga kali dalam sepekan.
“Latihannya itu saya berikan spesifik ke anak-anak tentang bagaimana ketika harus shooting, bertahan atau menyerang. Beberapa anak juga ada yang memang sudah ikut SSB (Sekolah Sepak Bola),” ujarnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Sekar S





























