SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga pada tahun anggaran 2026 ini menyiapkan sebanyak 241 program pembangunan, 469 kegiatan, dan 505 sub kegiatan. Ratusan program tersebut akan dilaksanakan oleh 31 perangkat daerah sepanjang tahun ini.
Perencanaan tersebut dipaparkan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Salatiga Pembukaan Masa Sidang II Tahun 2026 di Ruang Bhinneka Tunggal Ika DPRD, Jumat, 9 Januari 2026.
“Perencanaan pembangunan tahun 2026 melibatkan 31 perangkat daerah dengan total 52 unit kerja. Dari perencanaan tersebut disusun ratusan program dan kegiatan yang dirancang untuk berjalan terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Robby dalam paparannya saat sidang paripurna.
Selain skala program yang besar, lanjut Robby, struktur keuangan daerah juga disiapkan secara rinci. Pada tahun 2026 tercatat terdapat 358 rekening pendapatan, 19.473 rekening belanja, serta 9 rekening pembiayaan. Kondisi ini menuntut pengelolaan anggaran yang akuntabel dan efektif.
Robby menyatakan, untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah, Pemkot Salatiga merencanakan penerapan elektronifikasi pendapatan, khususnya pada sektor retribusi.
“Elektronifikasi retribusi akan diterapkan di sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas melalui sistem pembayaran BLUD, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit menegaskan legislatif akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konsisten.
“Ini untuk memastikan seluruh program dan kebijakan pemerintah daerah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Memasuki masa sidang II tahun Kedua Masa Keanggotaan DPRD Kota Salatiga 2024–2029, DPRD bersama Pemkot Salatiga juga telah menetapkan program pembentukan peraturan daerah tahun 2026. Sebanyak 14 rancangan peraturan daerah disiapkan sebagai landasan hukum penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































