Blora (lingkarjateng.id) – Seorang pengusaha di bidang pangan asal Kabupaten Blora, Murdono, membangun masjid disebelah ruas jalan provinsi Grobogan-Blora. Tepatnya di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen.
Masjid tersebut mulai dibangun pada 2023 di atas lahan seluas sekitar 4.500 meter persegi, dengan kapasitas parkir yang mampu menampung 20 bis besar. Bangunan masjid memiliki panjang 25 meter dan lebar 23 meter, dengan kapasitas tampung hingga 500 jamaah.
“Ini memang cita-cita saya, untuk melayani umat dengan mendirikan masjid dari hasil usaha saya sendiri,” ujar Murdono, Kamis (19/03/2026).
Ia menjelaskan, nama Baitul Makmur terinspirasi dari tempat ibadah para malaikat di langit ketujuh yang sejajar dengan Ka’bah di bumi, sebagaimana disebut dalam peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Lokasi masjid dipilih strategis, tepat di depan gudang beras miliknya, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang melintas.
Hingga saat ini, total anggaran pembangunan masjid telah mencapai sekitar Rp3 miliar, yang seluruhnya berasal dari dana pribadi tanpa sumbangan pihak lain.
Masjid Baitul Makmur juga memiliki keunikan, yakni replika menara Zamzam yang terinspirasi dari Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. Selain itu, bangunan setinggi 14 meter tersebut dilengkapi jam bundar berukuran besar sebagai ciri khas.
“Menara itu bisa dilihat dari kejauhan 100 meter. Adanya jam disana biar bisa menjadi pengingat waktu bagi petani maupun orang yang melintas,” katanya.
Keberadaan Masjid Baitul Makmur diharapkan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan aktivitas sosial masyarakat di sekitarnya.
Selain itu, masjid ini juga diproyeksikan menjadi tempat istirahat bagi para pemudik pada arus mudik Lebaran 2026. Lokasinya yang berada di jalur ramai serta didukung fasilitas memadai, termasuk area parkir yang luas, dinilai nyaman bagi pengendara jarak jauh.
“Harapannya pemudik bisa memanfaatkan masjid ini untuk beristirahat dengan aman dan nyaman. Sehingga perjalanan tetap lancar dan kondisi pengemudi tetap prima,” jelasnya.
Ia menambahkan, keselamatan tetap menjadi prioritas. Sehingga ia mendesain masjid dengan fasilitas parkir yang luas dengan kamar mandi yang banyak. Bahkan beberapa gazebo melengkapi area masjid.
“Jika merasa lelah, sebaiknya berhenti sejenak dan beristirahat di tempat yang sudah disediakan. Tidak harus beribadah, cukup istirahat saja juga boleh,” pungkasnya.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian































