REMBANG, Lingkarjateng.id – Ribuan pelayat dari berbagai kalangan mengiringi prosesi pemakaman Chairman Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, di kompleks pemakaman keluarga Dukuh Nggodo, Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Rabu, 25 Maret 2026.
Sejak pagi, suasana duka menyelimuti lokasi pemakaman. Pelayat mulai berdatangan sekitar pukul 10.00 WIB, terdiri dari keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, hingga karyawan perusahaan Djarum di wilayah Rembang.
Sepanjang akses menuju lokasi, ratusan karangan bunga ucapan duka cita tampak berjajar di sisi jalan. Karangan bunga tersebut berasal dari berbagai perusahaan, instansi, serta tokoh nasional sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Prosesi pemakaman juga diwarnai nuansa tradisional dengan ornamen janur yang membentuk gapura di sejumlah titik. Petugas keamanan berjaga ketat untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan guna memastikan kelancaran jalannya prosesi.
Momen kedatangan jenazah menjadi titik haru dalam rangkaian pemakaman. Sekitar pukul 10.20 WIB, ambulans bernomor polisi H 7167 AA yang membawa jenazah tiba di lokasi dengan pengawalan ketat, diikuti iring-iringan kendaraan keluarga.
Selain itu, dua unit helikopter terlihat mendarat di sekitar kompleks pemakaman. Informasi dari rombongan keluarga menyebutkan, helikopter tersebut digunakan untuk mengangkut sejumlah anggota keluarga agar dapat mengikuti prosesi secara langsung.
Sekretaris Daerah Rembang, Fahrudin, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan bahwa pihaknya mengikuti seluruh rangkaian prosesi hingga selesai.
“Pemda Rembang ikut melayat dan mengikuti acara pemakaman dari awal sampai selesai. Prosesi berjalan dengan baik, dimulai dengan doa yang dipimpin rohaniawan, kemudian dilanjutkan tabur bunga sebelum jenazah dimakamkan,” ujarnya.
Fahrudin menegaskan, almarhum merupakan sosok penting yang memiliki kontribusi besar bagi daerah asalnya.
“Beliau adalah putra daerah Rembang, lahir di Dukuh Gambiran, Desa Sumberjo. Kontribusinya sangat besar, mulai dari hibah tanah untuk perkantoran, pendidikan, hingga kegiatan keagamaan. Itu menjadi amal jariyah yang luar biasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, almarhum juga dikenal aktif dalam kegiatan penghijauan serta mendirikan sejumlah perusahaan di Rembang yang membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
“Perusahaan yang beliau dirikan ikut menghidupi warga, ditambah berbagai program CSR yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, kompleks pemakaman keluarga di Dukuh Nggodo memang telah lama menjadi tempat peristirahatan keluarga besar.
“Orang tua dan saudara beliau juga dimakamkan di sini. Almarhum dimakamkan berdekatan dengan makam keluarga,” katanya.
Sementara itu, menantu Mustofa Bisri, Rizal Wijaya, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tokoh nasional tersebut.
“Kami turut berbelasungkawa atas wafatnya salah satu warga kebanggaan Rembang. Semasa hidupnya, beliau telah memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi Rembang, tetapi juga bagi Republik Indonesia,” ungkapnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid

































