SEMARANG, Lingkarjateng.id – Akibat kontak senjata antara anggota TNI Yonif MR 411/Pandawa dengan Kelompol Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Paro, Nduga, Papua Pegunungan, pada Sabtu, 25 November 2023 dilaporkan ada enam anggota TNI Yonif MR 411/Pandawa yang menjadi korban.
Dari keenam prajurit itu, empat diantaranya dilaporkan gugur dalam kontak senjata dengan KKB di Papua Pegunungan.
Sebelumnya, enam prajurit dari Yonif MR 411/Pandawa dikabarkan telah terjadi kontak senjata dengan KKB di Pos Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu, 25 November 2023 dari Kodap III Ndugama-Derakma, sekitar jam 12.00 WIT ketika prajurit tengah melakukan pembersihan dan infiltrasi dari Batalyon Infanteri Mekanis Rider 411/Pandawa.
Dengan adanya kontak tembak antara prajurit dengan KKB tersebut, empat prajurit dikonfirmasi gugur, diantaranya Praka Yipsan Ladau, Praka Dwi Bekti Probo Sinimoko, Praka Miftahul Firdaus, dan Praka Darmawan.
Satu diantara prajurit yang gugur usai terjadi kontak senjata dengan KKB, adalah Praka Yipsa Ladau yang merupakan warga Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.
Pantauan Lingkar di rumah kediaman Praka Yipsa Ladau, sudah banyak karangan bunga sebagai bentuk ucapan turut berduka cita atas gugurnya Praka Yipsa Ladau dalam kontak senjata itu.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar kediaman Praka Yipsan Ladau dan rekan keluarga dari mendiang Praka Yipsan, jenazah prajurit tersebut sebelum dimakamkan hari ini Senin, 27 November 2023 di Glodongan RT 3 RW 3, Keluraha Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang akan disemayamkan terlebih dulu di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ambarawa, Kabupaten Semarang.
“Ini warga sedang menunggu kedatangan jenazah prajurit Praka Yipsan mbak, informasinya sudah diterbangkan menuju kediaman, semoga tidak sampai siang,” kata salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Kontak tembak antara prajurit Yonif MR 411/Pandawa dengan KKB itu setidaknya membuat empat prajurit gugur karena mengalami luka parah dari tembakan KKB yang mengenai organ tubuh vital. Dan satu diantaranya prajurit yang selamat dari kontak senjata itu mengalami luka tembak di kaki dan satu prajurit dilaporkan dalam kondisi kritis karena mengalami luka tembak di perut.
Untuk proses pengantaran jenazah Praka Yipsa Ladau dari Kabupaten Nduga menuju rumah duka di Bawen, Kabupaten Semarang sendiri akan menempuh perjalan cukup panjang sejak Minggu, 26 November 2023 malam. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)






























