SALATIGA, Lingkarjateng.id – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menegaskan pentingnya transformasi Posyandu di wilayah setempat.
Transformasi posyandu bertujuan memperluas fungsi posyandu agar tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang standar pelayanan minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat dan sosial.
“Kami harap para ketua TP PKK kecamatan dapat segera menyesuaikan program dan memaksimalkan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan publik,” kata Retno dalam keterangan yang diterima pada Selasa, 9 September 2025.
Retno menjelaskan, Posyandu yang sebelumnya berstatus Integrasi Layanan Primer (ILP) kini akan ditransformasikan menjadi Posyandu 6 SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
“Transformasi ini akan menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan masyarakat yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Retno meminta agar para ketua TP PKK kecamatan memberikan dukungan penuh terhadap program-program unggulan TP PKK Kota.
Program unggulan tersebut meliputi, Pokja I One Stop Service (OSS) Pencatatan Pernikahan yang bertujuan menertibkan administrasi kependudukan dan Pokja II mengurusi Pra Koperasi PKK dan Rumah Dilan.
“Pra Koperasi mendukung program Koperasi Merah Putih, sementara Rumah Dilan diarahkan untuk mengasah keterampilan masyarakat dan mendorong perekonomian keluarga,” jelasnya.
Kemudian, Pokja III menangani program Rabu Pon, yakni pemanfaatan lahan pekarangan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Program ini menjadi I di Noborejo dan Randuacir (jambu kristal), Kumpulrejo (pepaya california), serta Kutowinangun Kidul (hidroponik).
“Pokja IV fokus pada gerakan gotong royong mengentaskan stunting dengan melibatkan PKK kota, kecamatan, dan kelurahan untuk membantu 25 anak asuh dalam penanganan stunting,” terangnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa






























