Lembaga Eijkman Dilebur ke BRIN, Dewan Khawatir Peneliti Terintervensi Politik

Alifudin

Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin. (Dok. DPR RI/Lingkarjateng.id)

JAKARTA, Lingkarjateng.id – Sebanyak 39 lembaga riset pemerintah akan dilebur ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Salah satu lembaga yang dilebur adalah Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman.

Menanggapi leburnya LBM Eijkman ke BRIN, Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin merasa khawatir atas intervensi lembaga Eijkman oleh pemerintah lewat BRIN, akan berdampak pada penanganan Covid-19 utamanya terhadap penyelesaian Vaksin Merah Putih.

Sebab, sejak awal pandemi Covid-19, Eijkman menjadi salah satu lembaga yang mendorong agar dilakukan tes banding atas false negatif di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).

“Dengan dilebur ke BRIN, LBM Eijkman khawatir mudah diintervensi lewat kepentingan politik nantinya, karena pada dasarnya peneliti atau saintis itu harus terus memiliki daya kritis yang tinggi,” ungkapnya. 

UNY Siap Berkontribusi Membangun Blora

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, jika nalar kritis peneliti diintervensi, nantinya akan menjadi keliru dalam mendapatkan hasil penelitian yang mutakhir, khususnya untuk kasus Covid-19 yang sampai sekarang belum usai.

“Peleburan ini harus dilihat dari berbagai aspek, seperti para staf peneliti yang lulusan luar negeri ingin mengabdi ke Indonesia, dengan bekerja di Eijkman, tahunya di-PHK tanpa pesangon. hal itu jangan sampai membuat pesimis para akademisi kita,” imbuhnya.

Selain itu, Alifudin juga khawatir jika BRIN nantinya akan mengarah menjadi kepentingan politik. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan salah satu Dewan Pengarah BRIN adalah pimpinan partai politik.

“Semoga BRIN dan lembaga terkait yang dilebur tidak terikat dengan kepentingan atau intervensi politik belaka. Kita semua berharap Covid-19 juga harus bersama diatasi,” tutur Alifudin.

Mengenai Vaksin Merah Putih yang jadwal penyelesaian uji klinisnya diundur, legislator dapil Kalimantan Barat I itu berharap, agar BRIN dapat terus maju untuk menyukseskan penyelesaian Vaksin Merah Putih tersebut. Diketahui, tim waspada Covid-19 (Wascove) Lembaga Eijkman mengumumkan perpisahannya di awal 2022. Mulai 1 Januari 2022, kegiatan deteksi Covid-19 di Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman akan diambil alih oleh Kedeputian Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)

Exit mobile version