KENDAL, Lingkarjateng.id – Peternak unggas di Kabupaten Kendal menyambut gembira distribusi cadangan jagung pemerintah (CJP) kepada peternak melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung.
SPHP jagung ini untuk membantu menekan biaya produksi peternak, serta menjaga keberlangsungan usaha dan stabilnya harga daging ayam serta telur di tingkat konsumen.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, mengatakan jagung SPHP ini mulai disalurkan pada Sabtu, 4 Oktober 2025 dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Sementara peternak dapat membeli jagung SPHP dengan ketentuan setiap 1.000 ekor ayam kebutuhan jagungnya adalah 1.800 kilogram.
“Dan syarat bagi peternak yang bisa membeli jagung SPHP adalah para peternak yang tergabung dalam koperasi berbadan hukum dan memenuhi persyaratan yang ditentukan,” jelas Suwardi yang juga anggota DPRD Kendal, Senin, 6 Oktober 2025.
Selain itu peternak akan diverifikasi berjenjang sehingga identitasnya juga harus jelas.
“Identitas peternak harus jelas, mulai dari nama lengkap, nomor identitas KTP, nomor KK, dan nomor HP,” ucapnya.
Suwardi menyebut saat ini belum semua peternak masuk dalam SK pembeli jagung SPHP, sehingga dirinya berupaya untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat mengakomodir para peternak yang belum masuk daftar pembeli jagung SPHP.
“Karena kemarin ada yang terlambat menyampaikan nomor KK juga. Dan peternak anggota KPUS yang masuk dalam SK satu tersebut ada 900 peternak kecil, mikro dan menengah,” ungkapnya.
Pihaknya berharap dengan adanya program jagung SPHP ini dapat membantu menyeimbangkan biaya produksi peternak yang sebelumnya tidak seimbang dengan pendapatan mereka. Sehingga kesejahteraan para peternak KPUS juga dapat terus meningkat.
“Program ini datang tepat waktu dan sangat dinantikan oleh para peternak unggas ditengah pasokan jagung yang saat ini berkurang dan harga cukup tinggi,” ucapnya.
Salah satu peternak yang memiliki sekitar 2.000 ekor ayam, Andi, mengaku senang dengan adanya realisasi jagung SPHP yang sudah lama ditunggu.
“Tentunya sangat senang sekali, harganya Rp5.400 per kilogram sudah sampai kandangnya. Padahal ketetapan pemerintah harganya Rp5.500,” ungkapnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































