KUDUS, Lingkarjateng.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mendukung pelestarian seni bordi di Kota Kretek.
Hal itu disampaikan perwakilan Disbudpar Kudus Rina Hidayati saat menghadiri Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMATIKA Universitas Muria Kudus (UMK) di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog.
Menurut Rina bordir Kudus tidak sekadar keterampilan tradisional, melainkan warisan budaya bernilai tinggi.
“Bordir memiliki potensi besar. Dengan kreativitas anak muda, keterampilan ini bisa berkembang menjadi peluang usaha sekaligus sarana pelestarian budaya,” jelasnya.
Pertahankan Teknik Manual, Bordir Icik Dahlia Kudus Jadi Langganan Para Pejabat
Keterampilan border itu dikenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan Pojok Etalase Karya dengan memberikan pendampingan.
Kepala Desa Padurenan, Thoni Hermawan, turut mengapresiasi pendampingan kepada para pemuda untuk menghidupkan lagi budaya bordir. Ia berharap pendampingan tersebut bisa melahirkan generasi muda Padurenan yang tidak hanya menjadi agen pelestari budaya, tetapi juga mampu mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal melalui seni bordir.
“Kami berharap pemuda kembali tertarik pada bordir sehingga tradisi ini dapat terus dijaga dan dikembangkan. Dengan dukungan perguruan tinggi, kami optimistis potensi lokal bisa semakin dikenal,” katanya.
Sementara itu, Ketua PPK Ormawa HIMATIKA UMK, Qorri Aina’ Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka wawasan pemuda agar lebih mengenal potensi lokal sekaligus mengasah kreativitas mereka.
“Kami ingin pemuda Padurenan tidak hanya melihat bordir sebagai warisan, tetapi juga sebagai keterampilan modern yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai jual,” ujarnya.
Kegiatan pendampingan dilakukan melalui praktik langsung dan diskusi tentang peluang pemasaran produk bordir di era digital. Selain itu, ada juga endampingan dalam hal desain, inovasi produk, hingga strategi promosi melalui media sosial.
“Hal ini diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus memberi bekal nyata bagi pemuda untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis budaya,” bebernya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa





























