SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerinta Kota (Pemkot) Semarang mengalokasikan anggaran untuk mendukung operasional bagi Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat RT dan RW
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Kota Semarang di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu, 1 Oktober 2025.
Dalam kegiatan tersebut, Iswar memberikan penghargaan atas kiprah panjang PKK yang telah tumbuh sejak 1957 dan ditetapkan sebagai gerakan nasional pada 1972.
Iswar menekankan bahwa PKK bukan hanya organisasi formal, namun sebuah gerakan sosial yang aktif di tengah masyarakat.
“Kontribusi kader PKK sangat besar dalam membentuk keluarga sebagai pilar utama bangsa. Mereka adalah ujung tombak pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, jumlah kader PKK di Kota Semarang mencapai lebih dari 167.000 orang. Jumlah itu terdiri dari sekitar 113.000 kader umum dan 52.000 kader khusus, termasuk hampir 23.000 kader aktif di kelompok dasa wisma.
Iswar juga menyoroti pentingnya sinergi antara gerakan PKK dan program pemerintah, terutama dalam mendukung arah pembangunan nasional tahun 2025–2029 (RPJMN).
Menurutnya, lima dari delapan misi pembangunan atau Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dapat diwujudkan melalui kegiatan PKK, mulai dari penguatan ideologi, pemberdayaan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas SDM, hingga kesetaraan gender dan peran aktif perempuan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, kata Iswar, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mengalokasikan dana operasional bagi PKK tingkat RT dan RW mulai tahun 2025.
Dengan mengangkat tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas,” Iswar mengajak seluruh kader untuk terus menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
“PKK adalah kekuatan sosial yang penting dalam menciptakan keluarga sejahtera dan memperkuat fondasi pembangunan bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Semarang, Lies Iswar Aminuddin, menyambut baik kebijakan ini dan menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah.
“Bantuan dana ini tentu akan sangat membantu kegiatan ibu-ibu PKK di lingkungan masing-masing. Terima kasih Pak Wakil Wali Kota atas perhatiannya,” katanya.
Lebih lanjut, Lies juga memaparkan sejumlah fokus program PKK ke depan. Beberapa di antaranya mencakup pencegahan stunting melalui pemberian asupan bergizi bagi balita, ibu hamil, dan lansia.
Kemudian, penguatan program lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga berbasis daur ulang, serta peningkatan kapasitas kader agar mampu menjadi panutan di lingkungan masing-masing.
“Kami juga akan mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan edukasi,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada 32 kader teladan dari berbagai kecamatan. Bahkan, dua di antaranya meraih penghargaan nasional “Arti Bakti Utama” dari TP PKK Pusat atas pengabdian mereka selama lebih dari 20 tahun.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid






























