DEMAK, Lingkarjateng.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 14 kecamatan yang ada di wilayah Kota Wali.
Dalam kegiatan tersebut, setiap kecamatan di Kabupaten Demak mendapatkan alokasi sebanyak 2 ton beras serta bahan pokok lainnya seperti minyak goreng dan gula pasir.
Gerakan Pangan Murah tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia.
Bupati Demak, Eisti’anah, mengatakan bahwa GPM menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam menjaga kestabilan harga pangan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Demak,” ujar Eisti’anah saat meninjau pelaksanaan GPM di Halaman Kantor Kecamatan Guntur, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi saat ini dihadapkan pada tantangan seperti inflasi, harga bahan pokok yang fluktuatif, serta kebutuhan menjaga daya beli masyarakat. Untuk itu, program seperti GPM dipandang sangat penting untuk terus dilakukan.
“Oleh karena itu, kegiatan ini sangat relevan dan penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan GPM tersebut, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, jauh di bawah harga pasar.
Beras dijual seharga Rp 57.500 per 5 kilogram, minyak goreng Rp 15.500 per liter, dan gula pasir Rp 17.500 per kilogram.
Namun, untuk menjamin pemerataan, pembelian dibatasi maksimal dua item untuk masing-masing jenis komoditas.
Sementara itu, Asisten Manager Bisnis Bulog Cabang Semarang, Dwi Rizki Sukma Wibawa, menyampaikan bahwa ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Katonsari, Kecamatan Demak, masih dalam kondisi aman.
“Saat ini tersedia 6.000 ton dengan penyaluran rata-rata 1.500 ton per bulan, termasuk untuk persiapan bantuan pangan,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program ini sangat tinggi. Harga bahan pokok yang lebih murah dibanding pasar menjadi daya tarik, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
Sebagai bentuk upaya jangka panjang dalam menjaga kestabilan harga, Pemkab Demak terus bersinergi bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop), Dinas Pertanian, dan Bulog untuk melaksanakan program serupa secara rutin di berbagai wilayah.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid

































