BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.
Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, menyebut longsor terjadi di dua titik utama yang kini menjadi prioritas penanganan, yakni di jalur Deles–Rejosari dan kawasan Pranten Atas.
“Di Pranten itu ada dua titik. Pertama di jalur DelesRejosari dengan panjang timbunan sekitar 100 meter. Kedua di Pranten Atas yang kondisinya juga cukup berat,” katanya saat ditemui di Kantor DPUPR Batang, Kabupaten Batang, Selasa, 27 Januari 2026.
Usai kejadian, Endro menyebut pihaknya langsung melakukan identifikasi lapangan dan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsoran.
Menurutnya, penanganan diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan, terutama di wilayah Pranten Atas yang terdampak cukup parah.
“Di lokasi itu, material longsor tidak hanya menutup jalan, tetapi juga dilaporkan menimbun satu hingga dua rumah warga serta satu unit sepeda motor. Yang Pranten Atas kemungkinan butuh waktu sekitar satu mingguan karena cukup berat dan ada bangunan yang terdampak,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses, pihaknya mengoperasikan dua unit alat berat yang masing-masing ditempatkan di dua titik longsor agar penanganan dapat dilakukan secara bersamaan.
“Kondisi kedua jalur sama-sama parah. Jalur dari arah Bawang melalui Deles menuju Rejosari sempat tertutup total, sementara jalur di Pranten Atas juga memutus akses penting, termasuk menuju fasilitas Pendidikan,” terangnya.
Endo mengungkapkan akses menuju fasilitas pendidikan, termasuk SMP Negeri 4 Bawang, turut terdampak akibat longsor tersebut. Oleh karena itu, kedua jalur menjadi prioritas penanganan DPUPR. Saat ini, jalur Deles–Rejosari mulai dapat dilalui sepeda motor secara terbatas, meski alat berat masih beroperasi di lokasi.
“Sementara itu, jalur Pranten Atas masih belum bisa dilalui sama sekali karena proses pembersihan masih berlangsung,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di sekitar lokasi longsor, mengingat kondisi tanah masih labil dan curah hujan masih tinggi.
“Khusus yang DelesRejosari, pengendara harus sangat hati-hati karena material belum sepenuhnya bersih. Untuk Pranten Atas memang belum bisa dilewati,” pungkasnya.
Selain penanganan darurat, DPUPR Batang juga berencana melakukan kajian lanjutan terkait tata ruang, tata guna lahan, serta aspek bangunan gedung di wilayah rawan bencana guna meminimalkan risiko kejadian serupa ke depan.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Rosyid

































