Semarang (lingkarjateng.id) – Peningkatan arus mudik di ruas Tol Semarang-Solo, mulai padat sejak Rabu (18/3) pagi, bahkan volume kendaraan dari arah barat ke timur di ruas tol tersebut semakin meningkat saat sore hari.
Bertambahnya volume kendaraan pemudik di ruas Tol Semarang-Solo itu akhirnya membuat pihak kepolisian, memberlakukan sistem satu arah (one way, red) lokal di ruas Tol Semarang-Solo.
One way lokal mulai diberlakukan sejak Rabu sore, dengan dimulai dari GT Kalikangkung yang ada di Kota Semarang dan bertahap, one way diberlakukan hingga GT Bawen, yang ada di Kabupaten Semarang, dan diperpanjang kembali hingga KM 360 GT Tingkir, Kota Salatiga.
Bahkan, hingga Rabu malam sekitar jam 22.00 WIB, one way dari GT Kalikangkung hingga GT Tingkir masih diberlakukan hingga malam ini.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan peningkatan volume kendaraan di ruas Tol Semarang-Solo terjadi dari GT Kalikangkung hingga Banyumanik, bahkan sampai ke GT Ungaran yang ada di Kabupaten Semarang.
“Bahkan, volume kendaraan pemudik juga sudah mulai terasa meningkat hingga di Rest Area KM 456 yang masih masuk di wilayah Kabupaten Semarang pada Rabu sore. Sehingga, kami berkoordinasi dengan jajaran Direktorat Lalu lintas Polda Jateng, untuk memberlakukan one way dari Gate Kalikangkung hingga Exit Tol Tingkir, Kota Salatiga,” jelasnya, Rabu (18/3).
Proses sterilisasi one way dilakukan oleh Satlantas Polres Semarang dan Unit PJR Tol Semarang-Solo di sepanjang jalur tol dari pintu masuk GT Tingkir hingga GT Banyumanik, atau Tol Jalur B Solo-Semarang.
Berdasarkan pantauan Lingkar di lapangan, rombongan kendaraan pemudik tampak melintas dengan tertib dengan dominasi kendaraan pribadi dan angkutan umum, seperti bus dan travel.
“Rekayasa lalu lintas one way di wilayah Kabupaten Semarang ini merupakan langkah untuk memastikan kelancaran arus kendaraan serta mengantisipasi kepadatan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang,” bebernya.
“Adapun one way dari Gerbang Tol Kalikangkung mulai diberlakukan sekitar pukul 16.30 WIB, hingga mulai memasuk di wilayah Kabupaten Semarang sekitar pukul 17.15 WIB atau mendekati waktu berbuka,” terang AKBP Ratna kembali.
Selain pengaturan lalu lintas, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada para pemudik agar memperhatikan kondisi fisik dan keselamatan selama perjalanan.
“Kami mengimbau kepada para pemudik untuk dapat memanfaatkan rest area baik di jalur A maupun jalur B untuk beristirahat,” ungkapnya.
One Way, Petugas Fokus Atur Arus Lalin Exit Tol Bawen
Disisi lain, di GT Bawen, Kabupaten Semarang, sejumlah petugas kepolisian dari Polres Semarang dan Dishub Kabupaten Semarang melakukan pengaturan arus lalu lintas di jalur arteri, baik dari arah Kota Selatiga-Semarang, maupun sebaliknya Semarang-Salatiga.
“Untuk di Exit Tol Bawen kami melakukan rekayasa lalu lintas dengan penambahan timer baik dari arah Salatiga-Semarang dan dari arah Tol Semarang-Bawen. Karena kendaraan yang masuk dari GT Bawen ke arah Ungaran, ini sementara ditutup menyusul diberlakukannya one way,” kata Kaposlantas Ambarawa (Tim Sar Bawen), Ipda Heri Bagus di overpas traffic light Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang.

Ipda Heri mengungkapkan, pemberlakukan sistem one way ini bersifat situasional, dengan melihat traffic acounting dari GT Banyumanik menuju Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Semarang.
“Jika volume kendaraan terus meningkat, maka sistem pemberlakuan one way ini akan terus dilakukan terlebih dahulu,” jelasnya.
Jumlah Kendaraan Masuk di Tol Semarang-Solo Meningkat 33,5 Persen
Sementara itu, PT Trans Marga Jateng (PT TMJ) mencatat realisasi volume lalu lintas periode Idul Fitri 2026 yaitu sejak tanggal 11-16 Maret 2026 ada sebanyak 184.211 kendaraan yang melintas dari Gerbang Tol Banyumanik menuju arah Solo selama periode arus mudik atau naik 33,5 persen, dibandingkan lalu lintas normal berjumlah 137.957.
Sementara kendaraan yang melintas kearah Jakarta melalui Gerbang tol Banyumanik ini tercatat sebanyak 112.423 kendaraan atau naik 0,2 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 106.588 kendaraan.
PT TMJ terus menyampaikan Imbauan kepada pengguna jalan yang melintas di Ruas Jalan Tol Semarang Solo pada periode arus Mudik Lebaran 2026 agar selalu mengutamakan keselamatan, memastikan pengemudi dan kendaraan dalam kondisi prima serta menjaga kecukupan daya listrik dan BBM, sehingga perjalanan pengguna jalan menjadi nyaman dan aman hingga sampai ketempat tujuan.
Buntut One Way, Jalan Arteri Padat Merayap
Berdasarkan pantauan di sepanjang ruas arteri dari Bawen-Ungaran, Kabupaten Semarang tampak padat merayap khususnya di jalur Salatiga-Semarang, pun sebaliknya.
Antrian kendaraan nampak terjadi di beberapa titip, seperti di simpang susun Bawen, wilayah Bergas Kidul yang ada di dekat Cimory, kemudian Karangjati di Bergas, hingga di dalam Kota Ungaran sendiri.
Ditambah lagi, beberapa titik putar balik di sepanjang jalan arteri di Kabupaten Semarang juga dipasang pembatas jalan untuk menghindari bertambahnya antrian kendaraan yang tidak dapat masuk di ruas Jalur B Tol Solo-Semarang.
Kendaraan yang memadati ruas jalan arteri di wilayah Kabupaten Semarang di dominasi oleh kendaraan roda empat pemudik yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatera, Jawa Timur, bahkan banyak dari beberapa wilayah dari Jawa Tengah.***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Fian































