REMBANG, Lingkarjateng.id – Pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan kunjungan ke Rembang guna memantau kondusivitas daerah, Jumat, 12 September 2025.
Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kemendagri, Benhard E. Rondonuwu, bertemu langsung dengan Bupati Harno di rumah dinas bupati. Jajaran Forkopimda dan sejumlah perangkat daerah juga turut hadir pada kesempatan tersebut.
Benhard mengatakan kunjungannya ke Rembang untuk meneruskan 11 arahan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang sebagian merupakan instruksi langsung dari Presiden RI.
“Saya hadir karena memang mengamanatkan perintah ini. Kami ditugaskan di 144 daerah untuk menyampaikan arahan ini ke seluruh jajaran di daerah, termasuk di Kabupaten Rembang,” ujar Benhard.
Sebelas arahan Mendagri, di antaranya berkaitan pelaksanaan rapat rutin Forkopimda, pendekatan dengan tokoh masyarakat, hingga penundaan kegiatan seremonial dan perjalanan ke luar negeri.
Selain itu, kepala daerah juga diminta menghindari gaya hidup mewah serta mengaktifkan kembali siskamling di tingkat RT/RW.
Bupati Rembang, Harno, menyambut baik arahan Mendagri dan menyampaikan bahwa sebagian besar telah dijalankan di wilayahnya.
Ia mencontohkan, saat terjadi gelombang aksi mahasiswa beberapa waktu lalu, situasi daerah tetap kondusif.
“Alhamdulillah berkat kerja sama bantuan TNI, Polri, dan seluruh masyarakat, Kabupaten Rembang bisa menjaga kondusifitas. Apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa dalam audiensi juga bisa kami terima dengan baik dan berjalan lancar,” jelasnya.
Selain itu, Bupati Harno menyebutkan sejumlah program prorakyat telah berjalan, seperti pasar murah yang digelar di Kecamatan Lasem.
“Kami juga rutin menggelar rapat lintas sektor dan koordinasi tiga pilar bersama Forkopimda, sebagai upaya menjaga stabilitas daerah,” tandasnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Ulfa






























