JEPARA, Lingkarjateng.id – Upaya penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, terus dimaksimalkan. Hingga Rabu, 14 Januari 2026,upaya pembenahan aliran sungai serta membuka jalur penyeberangan menuju Desa Tempur terus dilakukan.
Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan bahwa saat ini 4 unit alat berat terdiri dari jenis SK 200 dan PC 200 dikerahkan untuk mempercepat pembukaan akses dan penanganan dampak bencana.
“Saat ini ada empat unit alat berat SK 200 dan PC 200. Fokus utama kami adalah pembenahan aliran sungai, dan sebagian alat juga kami arahkan untuk membuka akses agar bisa menyeberang menuju Desa Tempur,” katanya.
Ia menambahkan, peluang tembusnya alat berat hingga ke Desa Tempur sangat bergantung pada kondisi arus sungai.
Menurutnya, jika debit air relatif kecil, satu unit alat berat diperkirakan sudah bisa mencapai Desa Tempur pada esok pagi.
“Kalau arus tidak besar, kemungkinan besok pagi satu unit alat berat bisa tembus sampai Desa Tempur. Namun apabila nanti malam arusnya besar, penanganan akan kami sesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Arwin mengatakan BPBD Jepara bersama tim gabungan terus memantau perkembangan cuaca dan debit air secara berkala guna memastikan keselamatan personel serta efektivitas penanganan di lokasi.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid































