BLORA, Lingkarjateng.id – Kebakaran melanda rumah warga sekaligus deretan bedak pasar (los) darurat di Pasar Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Sabtu malam, 7 Maret 2026.
Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Api pertama kali muncul dari rumah milik Suwadi, kemudian merembet ke deretan bedak pasar darurat yang berada di sebelah barat Jalan Raya Ngawen–Japah, Kelurahan Ngawen.
“Korban melihat percikan api yang mulai menjalar ke atap kayu. Api diduga berasal dari bedak milik salah satu pedagang,” ujar AKP Lilik saat ditemui di lokasi, Minggu, 8 Maret 2026.
Saat mengetahui munculnya api, Suwadi segera memberi tahu anaknya dan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena kobaran api justru semakin membesar hingga akhirnya ia berteriak meminta bantuan warga sekitar.
“Seorang saksi yang melintas di lokasi mendengar teriakan tersebut dan melihat api sudah membesar dari salah satu bedak pasar,” katanya.
Saksi kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet lebih luas ke bangunan di sekitarnya.
“Karena sudah ada stanby dari damkar, makanya Penanganannya Sangat cepat. Hanya sekitar 1 jam api sudah bisa dipadamkan,” katanya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik. Dugaan ini diperkuat oleh temuan kabel yang terbakar di lokasi kejadian.
“Dugaan sementara, dari konsleting listrik. Karena memang, ada salah satu warga yang mengetahui bahwa ada kabel yang terbakar, dan berusaha menyiram, tapi api bukannya padam malah semakin membesar,” terangnya.
AKP Lilik memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun para pedagang mengalami kerugian materiil karena bangunan kios, rumah, dan barang dagangan mereka ikut terbakar.
“Yang terbakar 1 rumah dan 9 kios (bedak darurat). Kerugian kisaran Rp 2,225 miliar. Banyak mas, karena para pedagang baru saja nyetok barang,” katanya.
Kerugian terbesar dialami Suwadi. Selain rumahnya, barang dagangan dan sepeda motor miliknya juga ikut terbakar dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp605 juta. Sementara itu, kios sembako milik Suparman juga hangus dengan kerugian sekitar Rp1 miliar.
Sejumlah pedagang lain yang turut terdampak dalam peristiwa tersebut antara lain Bagus Rahman Aprianto, Sutikno, Bayu Ari Wicaksono, Nihayatun Ni’mah, Sutimah, Rumiyati, serta Anik Dwi Jayanti.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan beberapa barang bukti diamankan dari lokasi kejadian.
“Tadi subuh sudah selesai, 4 saksi kita mintai keterangan. Barang bukti sementara, kabel-kabel terbakar,” ungkapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid
































