PATI, Lingkarjateng.id – Sebanyak 58 hektar lahan pertanian bawang merah di Kabupaten Pati terendam banjir dengan ketinggian hampir 1 meter imbas dari curah hujan yang tinggi. Akibatnya, petani terpaksa panen lebih awal.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Ratri Wijayanto mengungkapkan lahan pertanian bawang merah yang paling terdampak ada di Desa Ngurenrejo dan Ngurensiti di Kecamatan Wedarijaksa.
“Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan membuat 58 hektar tanaman bawang merah terendam,” ungkap Ratri pada Rabu 14 Januari 2026.
Pihaknya berharap, nantinya ada bantuan puso untuk para petani yang mengalami gagal panen.
“Nanti terkait puso biar disampaikan BPBD. Mekanismenya ada disana, secara pribadi kami Dispertan berharap ada,” tambahnya.
Sementara itu Warsito, salah satu petani bawang merah dari Desa Ngurenrejo mengaku kebanjiran sejak Jumat, 9 Januari 2026 lalu. Karena tidak ada tanda-tanda air surut, dirinya bersama petani yang lain memanen bawang merah lebih awal guna menghindari kerugian lebih besar.
Dirinya mengaku petani hanya bisa pasrah jika hasil panenannya dibeli pengepul dengan harga berapapun. Mengingat kualitas bawang merah yang menurun akibat terendam air banjir.
“Kalau dua atau tiga hari pasti busuk, kemarin kami panen baru satu malam. Harganya kalau normal, besar itu Rp 28 ribu. Kalau dipanen seperti ini ya penurunan terserah nanti harga pasar. Yang rugi kan petani,” kata Warsito.
Terpantau hingga Rabu 14 Januari 2026, lahan bawang merah di desanya masih terendam banjir, sehingga belum bisa ditanami.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Sekar S
































