Kemenag Pati Nilai Takbir Keliling Saat Ini Tidak Mencerminkan Syiar Islam

Kemenag Pati Nilai Takbir Keliling Saat Ini Tidak Mencerminkan Syiar Islam

PATUNG: Ragam ogoh-ogoh yang biasa dibuat warga untuk merayakan takbir keliling yang dinilai tidak mencerminkan budaya Islami. (FB: Su Cipto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Pati, Moh Alimin menilai takbir keliling yang digelar masyarakat saat ini tidak mencerminkan syiar Islam. Selain menggunakan ogoh-ogoh (sejenis patung/berhala), kegiatan itu biasanya juga diiringi musik keras yang justru tidak mengumandangkan takbir.

Pihaknya menilai, Departemen Agama Republik Indonesia harus melakukan evaluasi terkait perayaan takbir keliling semacam itu.

“Yang keliling di jalan besar yang pakai truk itu saya rasa sudah bukan zamannya. Sebab itu mengganggu ketertiban umum. Apalagi pakai sound dengan musik dangdut. Departemen Agama harus mengevaluasi hal itu. Kalau niatnya syiar agama Islam, ya alat peraganya jangan seperti itu,” ungkapnya.

Sepakat dengan SE Bupati Pati, Kemenag Minta Warga Tunda Takbir Keliling

Perayaan takbir keliling bagi masyarakat Pati sering dilakukan dengan arak-arakan menggunakan alat peraga berwujud binatang, monster, terkadang juga penari dan hantu, sehingga Moh Alimin menilai itu tidak mencerminkan syiar Islam. Ia berpendapat, akan lebih baik jika alat peraga yang digunakan mencerminkan kebudayaan Islam yang santun dan agung.

“Ada patung-patung hewan atau ogoh-ogoh juga yang diarak saat malam takbir. Itu ‘kan tidak mencerminkan syiar agama Islam. Kalau alat peraganya masjid atau sejenisnya itu masih bisa dimaklumi karena mencerminkan orang Islam,” tambahnya.

Sebagai orang yang duduk di Kementerian Agama, dirinya menghimbau kepada masyarakat Pati untuk meninggalkan budaya yang semacam itu karena tidak sesuai dengan syariat Islam. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)