Disdagperin Pati Siap Bantu Promosikan Batik Kombinasi Yayang Collection

MEMAMERKAN: Founder Batik Kombinasi Yayang Collection, Sri Wahyuni berpose dengan Batik hasil IKM-nya. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

MEMAMERKAN: Founder Batik Kombinasi Yayang Collection, Sri Wahyuni berpose dengan Batik hasil IKM-nya. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id Terletak di Dusun Saliyan, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, ada Batik Kombinasi dari Yayang Collection. Batik tersebut merupakan salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Pati.

Founder Batik Kombinasi, Sri Wahyuni menyebutkan jika produk IKM-nya ini sudah cukup lama berkembang. Hanya saja baru membuka toko di Pati sejak 2019 dari sebelumnya yang berada di Jawa Barat.

“IKM batik ini baru ada di Pati sejak tiga tahun yang lalu saat saya pindah di Pati. Sebelumnya batik ini sudah cukup lama berkembang saat saya masih di Jawa Barat,” ucap wanita yang akrab disapa Yuni ini.

Sesuai dengan namanya, keunikan dari batik ini adalah pewarnaan yang dikombinasi sehingga dalam satu kain batik terdapat warna-warni yang menarik dengan pola batik yang unik.

 Yuni menambahkan, kemunculan IKM-nya ini tak lepas dari Batik Pekalongan yang menjadi inspirasinya, sehingga kualitasnya juga tak kalah dengan Batik Pekalongan.

Meski tidak setiap hari bisa terjual, harga yang cukup terjangkau juga menjadi keunggulan tersendiri dari Batik Kombinasi yang sangat cocok digunakan oleh kaum ibu-ibu.

“Banyak orang menyebutnya Batik Kombinasi karena warnanya yang unik. Kualitasnya juga tak kalah dengan Batik Pekalongan. Harganya bervariatif, berkisar ratusan ribu. Biasanya dapat pesanan dari ibu-ibu fatayat,” terangnya.

Satu hal yang ia inginkan dari pemerintah adalah bantuan tempat dan promosi. Karena lokasi tokonya yang berada di dalam gang sempit, ia berharap ada bantuan dari pemerintah. Meski batiknya sudah sampai ke Jawa Barat bahkan ke Sumatra, ia juga berharap ada bantuan dalam hal promosi dari pemerintah.

“Karena IKM ini sudah ada sejak saya masih di Jawa Barat, pemasarannya sudah sampai Jakarta bahkan Jambi. Biasanya kalau ada pameran juga diajak pemerintah, tapi mohon lebih digiatkan lagi,” tambah Yuni.

Sementara itu, Kepala Disdagperin Pati Hadi Santoso mengaku siap untuk membantu semua IKM yang menjadi binaan Disdagperin, termasuk Batik Kombinasi Yayang Collection. Ia juga bersyukur salah satu IKM-nya bisa tembus pasaran nasional dan akan mendukung penuh dalam hal promosi.

Pengenalan IKM melalui Plaza Pragolo ataupun saat pameran juga akan digiatkan untuk membangkitkan sektor IKM yang sempat terdampak akibat pandemi Covid-19. Sehingga bisa dijadikan motivasi bagi masyarakat Pati untuk mengembangkan usahanya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)