Cegah Stunting, Warga Kendal Diajak Ikuti Gerakan Makan Telur Bersama

MAKAN TELUR: Gerakan Makan Telur Bersama di Lapangan Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal pada Minggu, 25 September 2022. (Arvian Maulana/Lingkarjateng.id)

MAKAN TELUR: Gerakan Makan Telur Bersama di Lapangan Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal pada Minggu, 25 September 2022. (Arvian Maulana/Lingkarjateng.id)

KENDAL, Lingkarjateng.id – Sebanyak 15.077 telur disediakan dalam kegiatan Gerakan Makan Telur Bersama di Lapangan Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal pada Minggu, 25 September 2022. Kegiatan ini merupakan sosialisasi untuk menekan angka stunting di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini digelar oleh Badan Pangan Nasional bekerjasama dengan para peternak telur dan unggas di Jawa Tengah. Selain itu juga dilangsungkan penandatanganan kerjasama antara Badan Pangan Nasional dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta pemberian secara simbolis paket bantuan pangan kepada balita penderita stunting.

Sejumlah tokoh publik tampak hadir dalam sosialisasi untuk menekan angka stunting ini. Di antaranya Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Kapolres Kendal, AKBP Jamal Alam, Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Misael Marthen Jenry Polii, dan Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Suwardi.

Ketua Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa melalui kegiatan hari ini pihaknya berupaya menggalakkan Gerakan Makan Telur Bersama. Hal ini juga merupakan salah satu arahan dari Presiden RI Joko Widodo untuk menurunkan angka stunting.

“Ini yang sedang kita galakkan, paling tidak itu makan telur setiap hari satu butir. Kita harus prepare, dari ibu hamil hingga setelah bayi lahir, balita harus dicukupkan proteinnya. Telur itu sangat terjangkau dan mudah diolah. Kita harus bersyukur karena Kendal ini mempunyai produksi telur yang tinggi,” bebernya.

Sementara itu, Ketua BKKBN Hasto, Wardoyo juga memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan makan telur bersama untuk menurunkan angka stunting di Kendal. Dirinya menyebutkan, prevelensi angka stunting di Jawa Tengah saat ini masih tinggi yaitu 20 persen, sementara di Kabupaten Kendal 21 persen.

“Di Kendal itu stuntingnya 21 persen tapi telurnya ini banyak dan melimpah. Jadi ini idenya sangat luar biasa. Bagaimana telur ini dikonsumsi dan menjadi sumber protein untuk mencegah stunting pada balita,” terangnya.

Menurut Hasto, telur merupakan salah satu sumber protein yang penting terutama untuk perbaikan gizi anak-anak dan merupakan salah satu pangan yang bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng saat ini tengah fokus penanganan stunting sejak dini. Di antaranya dengan mendatangi sekolah guna memberikan edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting.

“Kita mengajak remaja putri di sekolah-sekolah untuk bersama-sama mencegah stunting. Dan kita juga ajak minum tablet tambah darah,” katanya.

Pada kesempatan ini, Taj Yasin meminta Bupati Kendal bersama jajaran untuk ikut serta dan terjun langsung memberikan pemahaman bagi para pelajar di Kabupaten Kendal dalam mencegah stunting sejak usia dini.

Disambung Ketua Pinsar Jateng, Suwardi yang sekaligus menjadi panitia acara melaporkan bahwa selain menekan angka stunting, bersama dengan pemerintah pihaknya mengajak warga untuk hidup lebih sehat oleh sebab itu kegiatan di akhir pekan ini diawali dengan jalan sehat

“Untuk Kecamatan Sukorejo stuntingnya berjumlah 518, Patean 139, Plantungan 107, dan Pageruyung 94. Atas dasar itu sebagai para peternak yang memproduksi salah satu protein sudah seharusnya membantu pemerintah dalam penanganan stunting,” jelas Suwardi. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Koran Lingkar)