Cegah PMK, Lalu Lintas Ternak di Pasar Hewan Grobogan Diawasi Ketat

RAMAI: Situasi pasar hewan di Kunden Wirosari, Kabupaten Grobogan pada Kamis (19/05). (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

RAMAI: Situasi pasar hewan di Kunden Wirosari, Kabupaten Grobogan pada Kamis (19/05). (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa daerah di Jawa Tengah, membuat membuat Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Peternakan Kabupaten Grobogan melakukan pengawasan lalu lintas penjualan hewan ternak di Pasar Kunden Wirosari, Kabupaten Grobogan pada Kamis (19/05) secara ketat.

Ratna Setyowati dari Tim URC PMK di Pemantauan Lalu Lintas Ternak Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, meski saat ini di sejumlah kabupaten di wilayah Jawa Tengah sudah terdapat PMK, namun untuk wilayah di Kabupaten Grobogan masih aman atau belum ditemukan.

“Dari pemantauan dan dari informasi dokter ini di Kabupaten Grobogan belum ada terindikasi gejala. Tim hanya memantau pengawas di lapangan sesuai hari pasar,” ujarnya.

Polres Grobogan Buka Posko Aduan Penyelewengan Bansos

Pihaknya akan melaporkan jika ditemukan di pasar hewan di wilayah Kabupaten Grobogan yang terjangkit penyakit PMK. Tim dokter hewan juga akan memberikan jalan jika hasil pemeriksaan hewan dinyatakan sehat.

“Untuk mengantisipasi penyebaran kita dari teman-teman Jawa Tengah mengecek dari pintu masuk, biosecurity disinfektan dan pemeriksaan kesehatan di lokasi,” ujarnya.

Kabidkes Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Grobogan, Andreas Iwan Suseno menambahkan, meski penyakit PMK tidak menular ke manusia, namun untuk mengonsumsi, daging harus dimasak terdahulu dengan cara yang benar.

“Sejauh ini belum ada laporan, tapi kami dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan berusaha untuk menjaga, lalu lintas hewan di pasar,” jelasnya. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Koran Lingkar)