Berhasil Tarik Wisatawan, Tradisi Meron Sukolilo Siap Jadi Paket Wisata Budaya Pati

Berhasil-Tarik-Wisatawan,-Tradisi-Meron-Sukolilo-Siap-Jadi-Paket-Wisata-Budaya-Pati

SAMBUTAN: Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro dalam perayaan tradisi Meron di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada Minggu, 9 Oktober 2022. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati mendukung penuh pelestarian Tradisi Meron yang dilaksanakan oleh warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Apalagi, tradisi ini merupakan salah satu bentuk kebudayaan tak benda yang dapat menarik kunjungan wisatawan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Dinporapar Pati, Endah Murwaningrum mengatakan, pihaknya siap menjadikan Tradisi Meron Sukolilo sebagai salah satu daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Terlebih, acara yang memadukan antara tradisi adat jawa dan budaya islam ini sangat kental dengan masyarakat Kecamatan Sukolilo.

Meriah, Tradisi Meron Sukolilo Habiskan Dana Hingga Rp 46 Juta

“Rangkaian acara Tradisi Meron Desa Sukolilo, dengan Tema ‘Bersama Membangun Desa Menuju Masyarakat Berbudaya’ digelar dari tanggal 7-9 Oktober 2022. Acara dimulai dari Buka Luwur, Sholawat dan Istighosah, Karnaval Budaya Meron, Kirab Budaya Pendowo Limo, Festival Seni Rebana, Leang-Leong, Gebyar Akbar Sultan Agung, dan ditutup dengan Upacara Tradisi Meron di Jalan Raya Sukolilo,” ungkap Endah saat dihubungi pada Selasa, 11 Oktober 2022.

Tak hanya dari Dinporapar, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro pun sangat mendukung pelestarian tradisi Meron Sukolilo. Henggar berharap tradisi ini dapat diwariskan oleh generasi ke generasi supaya dapat tetap lestari.

“Tradisi Meron masuk nominator tiga besar kategori Festival Tradisional, Anugerah Pesona Indonesia tingkat nasional. Kita patut berbangga. Berdasarkan prestasi dan potensi tersebut Pelestarian Budaya Meron harus mendapatkan dukungan bersama. Jadi pondasi yang kuat dalam menanamkan rasa cinta kepada budaya kita,” ucap Henggar.

Henggar juga mendukung perayaan tradisi Meron dijadikan paket wisata budaya yang menarik. Jadi warga masyarakat Pati harus bersama-sama mem-branding Pati. Masyarakat Pati pun diminta jangan malu-malu, dan bersama-sama memperkenalkan di media sosial masing-masing. Selain itu, dirinya juga akan mengupayakan untuk bisa membantu event tahunan ini. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Koran Lingkar)