5.000 Warga Brajan Salatiga Meriahkan Kirab Merti Dusun

KIRAB BUDAYA: Warga PSHT Rayon Noborejo, Ranting Argomulyo Cabang Salatiga memeriahkan kirab merti Dusun Brajan , Kelurahan Noborejo, Kota Salatiga pada Minggu, 25 September 2022. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

KIRAB BUDAYA: Warga PSHT Rayon Noborejo, Ranting Argomulyo Cabang Salatiga memeriahkan kirab merti Dusun Brajan , Kelurahan Noborejo, Kota Salatiga pada Minggu, 25 September 2022. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

SALATIGA, Lingkarjateng.id –  Warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan puluhan siswa PSHT Rayon Noborejo, Ranting Argomulyo Cabang Salatiga memeriahkan kirab merti Dusun Brajan, Kelurahan Noborejo, Kota Salatiga pada Minggu, 25 September 2022.

Merti dusun digelar bersamaan dengan berkah Saparan. Budaya Saparan ini bermakna untuk banyak bersedekah dan menyediakan makanan kepada para tamu untuk mampir di rumah-rumah warga.

Kirab merti dusun diikuti kurang lebih 5.000 orang dan 250 diantaranya merupakan pesilat PSHT. Keterlibatan warga PSHT dalam kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan bersama masyarakat. 

“Tidak kurang 250 saudara kita dan siswa PSHT Rayon Noborejo memeriahkan kirab dan ikut menyemarakkan tradisi merti Dusun Brajan dan Saparan tahun 2022,” ujar salah satu panitia kegiatan, Juriyanto.

Warga PSHT mengenakan pakaian sakral dan mengerahkan siswa PSHT yang jumlahnya ratusan orang dengan mengibarkan bendera kebesaran berlambang PSHT.

Selain kirab merti dusun, warga PSHT bersama masyarakat setempat juga mengadakan kegiatan sosial donor darah, memberi bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan menyalurkan sedekah kepada anak yatim (Yatiman).

Sementara itu, salah satu warga PSHT Rayon Noborejo, Waluyo mengungkapkan bahwa keterlibatan PSHT dalam kegiatan sosial itu merupakan bentuk kepedulian kepada sesama.

“Ini semua kami lakukan untuk membantu sesama. PSHT bersama-sama saling membantu meringankan warga yang kurang mampu dan anak yatim. Kami memiliki tujuan agar PSHT bermanfaat banyak bagi masyarakat,” ungkapnya. 

Tak hanya itu, ia berharap dengan adanya kegiatan merti dusun dan saparan bisa meningkatkan ekonomi pasca Covid-19.

“Biar ekonomi bangkit UMKM jaya. Tahlil kubro kita gelar Mas untuk doa keselamatan warga,” ucapnya. (Lingkar Network | Unggul Priambodo – Koran Lingkar)