SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka mengajak rekannya Dico M. Ganinduto yang juga bakal calon Wali Kota Semarang untuk “belanja masalah” di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 20 Juli 2024. Mereka berkeliling sejak pagi, dimulai dari Pasar BK, Kampung Nelayan di Mangkang, sampai ke Kawasan Barito Kecamatan Semarang Timur untuk membagikan susu kemasan dan paket buku kepada anak-anak.
Dimulai dari Pasar BK, Gibran dan Dico tiba di Pasar BK pukul 06.45 WIB dan langsung tancap gas berkeliling melihat kondisi pasar dan harga kebutuhan pokok. Gibran juga menampung masukan soal masih tingginya harga sejumlah sembako.
“Kita lihat harga-harga di Pasar Tradisional. Harga cabai merah sekarang berapa, Bu? Masih tinggi ya? Nanti saya akan koordinasikan nggih. Nanti akan kami tindak lanjuti, terutama yang MinyaKita. Kan harusnya harganya sesuai dengan yang tertera di kemasannya,” ujarnya.
Gibran juga bertanya soal kesehatan hingga kondisi pemukiman warga sembari membagikan susu untuk anak-anak. Gibran menanyakan kesehatan anak-anak, terutama yang tinggal di perkampungan nelayan seperti di beberapa lokasi Tambak Lorok dan juga Kampung Nelayan di Mangkang Semarang.
“Untuk ibu-ibu yang punya bayi jangan lupa ASI. Saya bagikan ini susu untuk usia 3 tahun ke atas, untuk bayi jangan lupa ASI,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Gibran juga mengatakan dari sejumlah tempat yang dikunjungi di Kota Semarang, ia sudah mencatat beberapa permasalahan mulai dari banjir rob, stunting, memantau harga di pasar tradisional, sampai penataan lingkungan kumuh.
“Dari pantauan ini sudah kami catat hal-hal yang akan kami perjuangkan, mulai dari banjir, stunting, kemiskinan ekstrem, memantau harga di pasar, sampai penataan lingkungan kumuh,” ujarnya saat di Kawasan Barito, Semarang Timur, tempat blusukan terakhirnya bersama Dico.
Selepas dari Pasar BK, Gibran dan Dico kemudian melanjutkan perjalanan ke Perkampungan Nelayan Mangkang. Sesampainya di sana dan meninjau lokasi, bakal calon Wali Kota Semarang Dico Ganinduto dengan tegas mengatakan kondisi warga hampir setiap hari terkena banjir rob. Persoalan ini kata Dico tidak bisa dituntaskan hanya dari Pemerintah Kota Semarang (Pemkot) saja, namun juga harus ada kerja sama dengan Pemprov dan Pusat.
“Rob ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh Pemkot, tapi juga berintegrasi dengan pemerintah pusat, makanya saya ajak Mas Gibran, jadi bisa langsung (melihat situasi, red.). Dan saya sebagai calon wali kota ini merupakan program prioritas saya,” ujar Dico.
Dico mengatakan bahwa ada 380 KK yang setiap bulan selalu tergenang rob. Menurutnya, hal itu tidak bisa dibiarkan dan harus segera diatasi. Masyarakat yang bergantung dari hasil nelayan berupa tangkapan ikan menurutnya juga harus diperhatikan.
Setelah melakukan pemantauan di Kota Semarang, pria yang masih menjabat sebagai Bupati Kendal itu pun menyoroti beberapa masalah yang akan ia tuntaskan jika ia terpilih sebagai Wali Kota Semarang nanti.
“Ada banyak hal, mulai dari wilayah kumuh, banjir rob, tadi kita ke pasar juga untuk melihat bahwa pasar ini ‘kan perekonomian masyarakat yang harus diperhatikan. Jadi Kota Semarang yang kita lihat hari ini maju juga harus kita perhatikan dari sisi yang lain, di mana masyarakat masih ada yang tinggal di kawasan kumuh. Jadi kita belajar masalah hari ini, untuk bisa memberikan solusi ke depan,” katanya. (Lingkar Network | Rizky Syahrul Al-Fath – Lingkarjateng.id)































