KUDUS, Lingkarjateng.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memanfaatkan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah untuk menyuarakan pesan perdamaian dunia saat melaksanakan sholat id di Gedung Cristal Building UMKU, Kabupaten Kudus, Jumat, 20 Maret 2026.
Ratusan jemaah Muhammadiyah Kudus mengikuti pelaksanaan Salat Id yang berlangsung khidmat. Bertindak sebagai imam adalah H. Mas’adi dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kudus, sementara khutbah disampaikan langsung oleh Abdul Mu’ti.
Dalam khutbahnya, Abdul Mu’ti menyoroti konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang dinilainya semakin memprihatinkan dan berdampak luas terhadap kondisi kemanusiaan.
“Kita berharap konflik global ini dapat segera diatasi. Semua pihak yang bertikai harus mampu menahan diri dan menghentikan segala bentuk agresi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Idul Fitri tidak sekadar menjadi perayaan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga momentum refleksi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, termasuk pentingnya menjaga perdamaian dunia.
Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini telah menimbulkan dampak serius, mulai dari jatuhnya korban jiwa di kalangan masyarakat sipil hingga kerusakan infrastruktur dan lingkungan yang membutuhkan waktu panjang untuk pemulihan.
Situasi tersebut, lanjutnya, tidak hanya menjadi persoalan regional, tetapi juga berdampak secara global terhadap stabilitas sosial dan kemanusiaan.
Abdul Mu’ti secara tegas mendesak negara-negara yang terlibat konflik, termasuk Amerika Serikat dan Israel, untuk menghentikan kekerasan. Ia juga mengajak negara lain seperti Iran untuk menahan diri demi terciptanya perdamaian.
“Kami mendesak para pemimpin dunia untuk menghentikan tindakan yang menimbulkan korban jiwa dari masyarakat yang tidak berdosa,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi memicu dampak lanjutan, termasuk perpecahan sosial di berbagai negara, apabila tidak disikapi secara bijak.
Dalam konteks nasional, Abdul Mu’ti mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terpengaruh dinamika konflik global yang berpotensi memicu perbedaan di dalam negeri.
“Jangan sampai konflik global merusak kerukunan kita di Indonesia. Persatuan adalah modal penting untuk membangun bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengaitkan pesan perdamaian tersebut dengan nilai-nilai Idul Fitri, yakni membersihkan hati, memperkuat spiritualitas, serta membangun sikap toleransi dan saling menghormati.
Ia juga menekankan pentingnya mengaktualisasikan iman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, maupun lingkungan.
Menurutnya, umat Islam perlu menjalani hidup sederhana, tidak berlebihan, serta memastikan bahwa harta yang diperoleh dan digunakan berasal dari cara yang halal.
“Idul Fitri adalah momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjaga kebersihan hati, lingkungan, dan juga kehidupan sosial,” ujarnya.
Melalui pesan tersebut, Abdul Mu’ti berharap Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid




























