PATI, Lingkarjateng.id – Nelayan di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati bakal mengadakan Lomban kupatan pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Sehari setelahnya, Minggu, 29 Maret 2026 kegiatan serupa juga digelar oleh nelayan Desa Bajomulyo, dengan kegiatan Larung Sesaji.
Kedua tradisi sedekah laut tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan yang melimpah.
Terkait dua acara itu, Kabid Pemasaran Pariwisata pada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Mohamad Roni, optimis sedekah laut tahun ini, bisa menjadi pendongkrak ekonomi.
“Kegiatan ini rutin setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang melimpah. Harapannya tentu menjadi berkah dalam melaut semakin lancar dan selamat,” ungkapnya, Selasa 24 Maret 2026.
Lebih lanjut Roni mengatakan sedekah laut tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menghibur masyarakat dengan rangkaian pawai dan tradisi lomban perahu naga.
Dirinya juga mengapresiasi segenap panitia yang bekerja keras mempersiapkan kegiatan besar ini. Tak lupa ia berpesan bagi para remaja agar turut andil dalam pelestarian tradisi ini.
“Kami dari Dinporapar menyampaikan apresiasi kepada panitia yang selalu nguri-nguri tradisi ini. Mari kita saksikan kita ramaikan kegiatan ini sebagai salah satu pariwisata budaya,” tandasnya.
Dinporapar meyakini tradisi yang menjadi event tahunan ini bisa menyedot ribuan wisatawan yang ingin menyaksikan pagelaran budaya nelayan di Kabupaten Pati.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Sekar S































