KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, meninjau lahan padi yang terindikasi diserang hama jamur di persawahan Dusun Saren, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Selasa, 23 September 2025.
Kunjung Bupati Tika didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Pandu Rapriat Rogojati dan Camat Weleri Dwi Cahyono Suryo tersebut setelah mendapat laporan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“Atas laporan PPL yang ada di sini ditemukan serangan jamur. Kemudian kami bersama Dinas Pertanian mengecek dan memberikan bantuan fungisida,” katanya.
Menurut hasil tinjauannya, hama jamur pada padi disebabkan faktor cuaca. Jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan bulir padi gabuk.
“Ini karena faktor cuaca biasanya menyerang di musim hujan. Nah, ini walaupun masuknya musim kemarau, tetapi karena faktor alam ini kemarau basah ternyata tetap ada serangan hama jamur ini,” terangnya.
Kepala Dispertan Kendal Pandu Rapriat Rogojati menjelaskan pengendalian hama jamur dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida sesuai anjuran dan menjaga kondisi lingkungan tanam yang baik.
“Untuk mengatasinya adalah penyemprotan dengan fungisida. Kebetulan ini ada gerakan pengendalian, yaitu keterlibatan aktif kelompok tanpa terkecuali untuk sama-sama kita melakukan penyemprotan pengendalian hama jamur ini,” ujar Pandu.
Ada sejumlah titik persawahan di Kabupaten Kendal yang terindikasi terserang hama namun, jumlahnya hanya sekitar 25 hektare.
“Nanti pengaruhnya bulirnya kosong. Padinya gabuk. Terkesan tetap panen tenyata padinya kosong,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sari Mukti Desa Sidomukti, Danuri, menyebut dari 5,6 hektare luasan sawah milik kelompoknya hanya sekitar lima persen yang terserang hama jamur.
“Sekarang dilakukan penyemprotan massal. Alhamdulillah mudah-mudahan ini bisa diatasi. Karena kalau tidak segera diatasi bisa mengurangi hasil produktivitas pertanian itu sendiri,” katanya.
Ia mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bupati Kendal dan Kepala Dispertan untuk memberikan motivasi sekaligus bantuan kepada para petani di Desa Sidomukti.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Ulfa





























