Blora (lingkarjateng.id) – Tahun 2026 ini, kuota LPG Subsidi untuk Kabupaten Blora mengalami penurunan hingga 133.667 tabung dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu Pemerintah setempat memastikan tidak ada kelangkaan menghadapi Ramadan dan Idul Fitri nanti.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora, Indah Yuniatik, menyampaikan terdapat penurunan jatah di tahun 2026, di banding tahun sebelumnya.
Tahun ini, kata Indah, jatah yang didistribusikan di Kabupaten Blora sebesar 22.910 MT atau sebanyak 7.636.666 tabung. Sementara tahun 2025 kuotanya 23.311 Metric Ton, atau setara 7.770.333 tabung.
“Jadi di kabupaten Blora mengalami penurunan sebanyak 133.667 tabung,” kata Indah, Kamis (22/01/2026).
Lebih lanjut, Indah mengatakan penurunan tersebut memang di rasa biasa, karena masih di awal tahun dan dikategorikan aman.
“Awal-awal memang kita diberikan sebesar kuota 2026 sejumlah itu, ya memang sedikit,” katanya.
Indah mengungkapkan untuk di Kabupaten Blora terdapat 2 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yaitu di Blora Kota dan Kecamatan Cepu. Menurutnya Dua SPBE tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan se-kabupaten Blora.
“Harian mengeluarkan 45 LO. Satu LO 560 tabung. Setiap hari kita mengeluarkan itu. Jadi tinggal 45 x 560 tabung 25.200 Tabung,” ujarnya.
Sebagai informasi, Agen LPG di Kabupaten Blora terdapat 11 agen yang akan mendistribusikan seluruh tabung. Sehingga Dindagkop UKM Blora memastikan menjelang Ramadhan atau hari Raya Idul Fitri tahun ini stok aman.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian































