KUDUS, Lingkarjateng.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus berencana membuat agenda wisata bertajuk Festival Gunungan Muria Raya untuk mendongkrak kunjungan wisata.
Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Mutrikah, menjelaskan rencana festival tersebut akan melibatkan banyak desa di kawasan lereng Gunung Muria, tidak hanya terpusat di Rahtawu seperti sebelumnya.
Agenda festival ini dirancang dengan mengkombinasikan kearifan lokal dan diproyeksikan akan membantu mengangkat kekayaan budaya, potensi alam, serta kreativitas masyarakat dari masing-masing desa.
“Kami ingin menyatukan semangat masyarakat desa di lereng Muria. Bukan hanya Rahtawu, tapi juga desa-desa seperti Colo, Ternadi, Japan, dan Kajar. Semua punya keunikan yang layak ditampilkan dalam satu wadah budaya bersama,” ujarnya.
Mutrikah menerangkan bahwa rencana ini berangkat dari keberhasilan penyelenggaraan Rahtawu Culture Festival tahun 2025 yang menjadi titik balik kebangkitan tradisi yang sempat vakum hampir satu dekade.
“Dulu kami pernah menggelar tradisi di Rahtawu ini sembilan tahun lalu. Tapi baru tahun ini bisa hidup lagi. Dan ternyata antusiasme masyarakat luar biasa. Ini yang membuat kami optimistis dan berencana membuat festival gunungan se-Muria Raya,” tuturnya.
Ia menyebut, Disbudpar berkomitmen mengembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal dengan pendekatan fasilitasi, bukan instruksi.
“Kami ingin desa-desa ini memiliki ciri khas. Misalnya, Rahtawu bisa tetap dengan nuansa spiritual dan alamnya, Ternadi dengan potensi agrowisata, Japan dengan keseniannya. Setiap desa tampil berbeda, inilah kekayaan lereng Muria,” katanya.
Konsep Festival Gunungan Muria Raya juga dirancang sebagai media promosi wisata yang efektif dan merata, sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat desa.
Menurutnya, festival ini akan menjadi panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan hasil karya, produk unggulan, dan seni tradisi yang berkembang secara organik.
“Targetnya bukan hanya tontonan budaya, tapi juga meningkatkan ekonomi lokal, menggairahkan UMKM, dan membuat desa lebih berdaya. Jadi kami mendorong masyarakat punya inisiatif sendiri. Pemerintah akan mendukung penuh ide-ide kreatif yang lahir dari bawah,” tegasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa






























