Demak (lingkarjateng.id) – Sebuah kapal tongkang sepanjang 75 meter hanyut di perairan Pantai Utara (Pantura) wilayah Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, pada Jumat (6/3) malam hari. Kapal tersebut menghantam jembatan dan rumah warga.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bedono, Muham Faiz, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, jembatan yang menjadi akses menuju Makam Syekh Mudzakir rusak. “Benar ada kapal yang menimpa jembatan menuju Makam Waliyullah Simbah Mudzakir,” kata Faiz saat dimintai konfirmasi, pada Sabtu (7/3/2026).
Faiz menduga kapal tersebut merupakan kapal tongkang yang terlepas dari tambatannya. Bahkan, kapal itu hampir menghantam rumah salah satu warga setempat. “Dugaannya kapal tongkang lepas. Hampir mengenai rumah warga kami milik saudara Khoirul,” ujarnya.
Ia berharap pihak pemilik kapal segera bertanggung jawab dan melakukan evakuasi agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar. “Kami berharap pihak yang memiliki kapal segera bertanggung jawab dan segera mengevakuasi kapal miliknya,” harap dia.
Sementara itu, Camat Sayung, Sukarman, membenarkan adanya kejadian kapal yang menghantam jembatan di Dukuh Tambaksari. Selain merusak jembatan, keberadaan kapal tongkang yang hanyut tersebut juga membuat warga sekitar khawatir.
“Sejumlah warga Dukuh Tambaksari memilih mengungsi ke Masjid Tambaksari untuk menghindari kemungkinan bahaya. Warga khawatir kapal tongkang yang hanyut dapat menghantam rumah mereka,” bebernya.
Terpisah, Kasat Polairud Polres Demak, Iptu Bambang Suhartoyo mengungkapkan kapal tongkang itu berangkat dari wilayah Tegal dan hendak menuju ke Kalimantan. Tak ada muatan yang dibawa kapal tersebut. “Dari wilayah Tegal tujuan akan sampai di Kalimantan, tidak bermuatan,” kata Bambang, Sabtu (7/3/2026) siang.
Dalam perjalanannya, Bambang menyebut kapal itu hendak bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Namun, saat hendak mencari tempat aman, tali penghubung tongkang dengan thug boat terputus.
“Sebenarnya akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang bersama thug boat yang semula diyakini di Tanjung Mas itu aman. Nah, tiba-tiba mau mencari tempat aman, talinya sling atau apa itu putus,” ujar Bambang.
“Terus dikejar oleh kapal pengangkutnya itu tidak sampai dapat dikendalikan lagi. Akhirnya terus kandas di perairan Morosari, Sayung. Sekitar (pukul) 18.30 WIB itu sudah terombang-ambing dan akhirnya terdampar di situ ” tambahnya.
Bambang belum bisa memastikan kapan tongkang itu bakal dievakuasi. Pihaknya kini masih berkoordinasi dengan manajemen agen pengiriman kapal.
“Kita koordinasi dengan manajemen agen yang meminta pengiriman kapal. Nanti kita tunggu, kita akan lakukan dialog dan langkah-langkah yang terbaik untuk adanya recovery daripada korban yang mengungsi,” ucap Bambang. ***
Jurnalis : Burhan
Editor : Fian
































