Demak (lingkarjateng.id) – Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino meminta seluruh Bhabinkamtibmas terjun ke wilayah masing-masing untuk memberikan edukasi serta pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Hal itu dalam rangkan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif menjelang malam takbiran.
AKBP Samelino, menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini, khususnya menjelang malam takbiran.
“Lakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Ajak warga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas serta tidak merayakan malam takbir secara berlebihan,” tegas AKBP Samel usai apel pagi, Kamis (19/3).
Menurutnya, tradisi takbir keliling atau takbir mursal tidak seharusnya dimaknai sebagai ajang hura-hura. Perayaan yang berlebihan justru berpotensi menimbulkan kerawanan, baik bagi masyarakat maupun diri sendiri.
“Lebih baik melaksanakan takbiran di masjid maupun musala secara tertib dan khidmat,” tuturnya.
AKBP Arrizal juga menyoroti pengalaman tahun sebelumnya, di mana sejumlah gangguan kamtibmas terjadi saat malam takbir di wilayah Kabupaten Demak.
Insiden tersebut dipicu penggunaan sound system berlebihan serta konsumsi minuman keras, yang berujung pada perkelahian antarkelompok hingga menimbulkan korban jiwa, khususnya di Kecamatan Bonang.
Pemerintah Kabupaten Demak bersama jajaran kepolisian, tokoh agama, serta tokoh masyarakat terus mendeklarasikan gerakan “Jogo Demak” yang bertujuan menjaga keamanan wilayah.
Gerakan ini menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Dengan sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan perayaan malam takbir di Kabupaten Demak dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh makna.
“Jogo Demak bukan hanya slogan, tetapi komitmen bersama untuk saling menjaga. Keamanan adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya. ***
Jurnalis : Burhan Aslam
Editor : Fian































