Demak (lingkarjateng.id) – Dampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai Tuntang di wilayah Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak dilaporkan ratusan warga terdampak bencana tersebut mengungsi ke lokasi aman.
Dimintai konfirmasi, Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono menyebut total jumlah pengungsi mencapai 580 orang pada Jumat (3/4/2026) pukul 17.00 WIB. Warga mengungsi di sejumlah titik.
“Di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur jumlah KK terdampak 1.070 KK, jumlah jiwa terdampak 4.280 jiwa. Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah terdampak 160 KK, 480 jiwa,” kata Agus Sukiyono dalam laporan tertulis yang diterima, Sabtu (4/3/2026).
Agus mengatakan lokasi pengungsian tersebar di sejumlah titik. “Untuk di Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko ada 200 jiwa, musala RT 1 Dukuh Solondoko ada 80 jiwa, pengungsi rumah warga Dukuh Solondoko ada 20 jiwa dengan 4 orang sakit,” ujar Agus.
“Di Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowire (pengungsi) 100 jiwa, di musala RT 1 Dukuh Solowire 80 jiwa, pengungsi di rumah warga Dukuh Solowire 20 jiwa dengan 2 orang sakit. Di Balaidesa Tlogorejo 43 jiwa, Koperasi Desa Merah Putih Bumiharjo 20 jiwa, dan Kantor Kecamatan Guntur 20 jiwa,” imbuh Agus.
Secara umum, Agus menerangkann jumlah total ada delapan desa yang kini terdampak banjir akibat jebolnya tiga titik tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) kemarin.
“Delapan desa di empat kecamatan terdampak. Wilayah Desa Trimulyo tergenang air dengan ketinggian air 100-150cm, kondisi Jalan Desa Trimulyo tidak bisa dilalui kendaraan kecil,” terang Agus.
“Jebolan di Desa sidoharjo air mengalir di persawahan. Wilayah Desa Ploso tergenang air dengan ketinggian 100-150 cm. Terdapat limpasan di Desa Turitempel dan Desa Sumberejo, Desa Solowire dan Desa Sarimulyo Kecamatan Kebonagung terdampak limpasan debit air sungai,” imbuhnya.
Agus menjelaskan tiga titik tanggul yang jebol berada di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur. Lebarnya ada yang mencapai 30 meter.
“Kondisi tanggul jebol di Desa Trimulyo Dukuh Solondoko sekitar 30 meter, Desa Trimulyo Dukuh Solowire 10 meter, di Desa Sidoharjo 15 meter,” ungkap Agus.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, satu unit alat berat backhoe sudah dikerahkan di titik tanggul yang jebol di Dukuh Solowire. Permukiman warga yang tampak masih terendam banjir.
Kendaraan hingga ternak milik warga diungsikan ke jalan raya Solowire. Jaringan arus listrik di dukuh tersebut hingga kini juga masih padam.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak jebol di dua titik pada Jumat (3/4) siang. Akibatnya, ratusan kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.
Tingginya debit air Sungai Tuntang yang mencapai 20,55 diduga menjadi penyebab utama jebolnya tanggul. Kondisi ini dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu yang mengalami hujan deras.
Perangkat Desa Trimulyo, Rofiq mengungkapkan bahwa ada dua titik tanggul jebol di desa tersebut, yakni satu di Dusun Solowire RT 01 RW 04 dan Dusun Solondoko RT 01 RW 05.
“Di Solowire panjang tanggul yang jebol sekitar enam meter, sedangkan di Solondoko lebih dari 10 meter,” ujar Rofiq.***
Editor : Fian
































