SEMARANG, Lingkarjateng.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Jawa Tengah masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang di sejumlah wilayah.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh adanya bibit siklon di kawasan Samudera Hindia dan perairan Australia.
Kondisi tersebut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan yang berdampak pada meningkatnya intensitas hujan di wilayah Jateng.
“Berdasarkan data per hari ini, untuk tujuh hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Terutama pada tiga hari pertama, sedangkan pada hari keempat hingga ketujuh tren intensitas hujan diprediksi mulai menurun,” kata Icky saat dikonfirmasi awak media, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menambahkan, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat adalah kawasan Jawa Tengah bagian utara serta wilayah tengah. Selain hujan lebat, sejumlah daerah juga berpotensi mengalami angin kencang.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia, termasuk adanya beberapa bibit siklon di kawasan perairan sekitar.
Angin kencang yang terjadi sebelumnya salah satunya dipicu oleh keberadaan bibit Siklon Tropis 90S di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, bibit Siklon Tropis 93S di perairan barat Australia, serta bibit siklon 92P di Teluk Carpentaria.
Keberadaan bibit siklon tersebut memicu terbentuknya belokan dan pertemuan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Tengah.
Meski demikian, bibit siklon tersebut tidak terjadi langsung di wilayah Jateng, melainkan hanya memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di daerah tersebut.
BMKG juga mengingatkan bahwa hujan lebat yang terjadi berpotensi disertai kilat, petir, serta angin kencang. Oleh karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap berbagai dampak cuaca ekstrem.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi agar dapat mengantisipasi potensi risiko yang mungkin terjadi.
Warga juga diminta memperkuat konstruksi atap rumah jika sudah terlihat rapuh serta menunda perjalanan apabila terdapat peringatan dini cuaca ekstrem.
“Jika terjadi bencana, masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat,” pungkasnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid

































