KUDUS, Lingkarjateng.id – Isu soal pembegalan yang sempat viral di media sosial dan membuat warga Kudus resah akhirnya terbantahkan. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh Satreskrim Polres Kudus bersama Unit Reskrim Polsek Bae, diketahui bahwa peristiwa di Jalan Raya Karangbener, Kecamatan Bae, bukanlah aksi kejahatan begal, melainkan perselisihan antara teman sendiri.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Bae, Iptu Madiyono, mengungkapkan bahwa peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 29 Oktober 2025 itu bermula dari cekcok antarteman saat berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX.
“Dari hasil klarifikasi, diketahui korban dan dua temannya sempat keluar bersama. Di tengah perjalanan mereka terlibat adu mulut hingga salah satu mengalami luka di tangan,” jelas Kapolsek, Kamis, 30 Oktober 2025.
Sebelumnya, masyarakat sempat digegerkan oleh kabar adanya aksi begal di Jalan Raya UMK ke arah timur, turut Desa Karangbener.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa seorang pengendara motor menjadi korban begal dan diserang dua pelaku menggunakan pisau lipat.
Korban bernama Rizal Febrianto (35), warga Kecamatan Jati, Kudus, sempat mengaku diserang dua pelaku yang merampas motornya.
Namun, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan lanjutan, keterangan tersebut tidak terbukti.
“Fakta di lapangan tidak menunjukkan adanya tindakan kriminal seperti yang diberitakan. Motor yang dikatakan milik korban ternyata milik temannya sendiri,” tegas Iptu Madiyono.
Setelah kejadian ini, korban menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan pihak kepolisian atas kabar yang terlanjur viral.
Ia mengakui bahwa peristiwa tersebut bukanlah pembegalan seperti yang ia sampaikan sebelumnya.
Kapolsek Bae menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, terutama pada malam hingga dini hari, untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Patroli malam akan kami perbanyak agar masyarakat merasa aman. Kami juga mengimbau agar warga tidak mudah percaya informasi yang belum jelas dan segera melapor bila ada kejadian mencurigakan,” ujarnya.
“Sinergi masyarakat dan Polri sangat penting untuk menjaga situasi Kudus tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Sekar S





























